Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Minggu, 11 Maret 2012

Menjemput Ufuk....

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 9)

Menjemput Ufuk Martapura

Dini hari...Sabtu, 03 Maret 2012
Bergegas terjaga....
Mendahului kokok ayam jantan....
Demi menjemput ufuk Martapura....

Geliat aktifitas mulai terasa,
Di sepanjang tepian anak sungai...
Kerlip bintang di langit orange
Membaur indah dengan pendar lampu-lampu jalan..

Rantai kehidupan terus berputar...
Dari terbit ufuk sampai senja menjelang...

(....time flies..
what can we do with time?...)













*Salam redaksi dari ufuk di sepanjang anak sungai Martapura...
**Eo.

Sabtu, 10 Maret 2012

Yang abadi dari Martapura: Batu Mulia...

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 8)

Betulkah batu mulia adalah hadiah abadi? tentu saja, karena batu mulia itu awet, kecuali hadiah itu akhirnya ketlisut, nyelip atau hilang  :)

Batu mulia pada dasarnya adalah turunan dari batu-batu permata yang sudah diasah dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan, sehingga semakin terlihat keindahan pancaran cahayanya...

Martapura, adalah salah satu sentra bisnis batu mulia yang masyhur milik Kalimantan Selatan. Tak terhitung berapa jumlah turis domestik dan manca negara, pedagang maupun kolektor yang bertransaksi batu mulia di Martapura ini.


Pada saat berkunjung ke DWP KPPBC Banjarmasin tanggal 02 Maret 2012 , Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono juga mengunjungi Pasar Batu Mulia Martapura untuk melihat dari dekat geliat ekonomi masyarakat Marapura dalam bertarnsaksi batu mulia.


Begitu banyak ragam batu mulia yang dipamerkan dan ditawarkan di sana, mulai dari batu-batu alam yang telah disulap menjadi perhiasan semacam kalung, gelang dan cincin, dari garapan yang sederhana, sampai pada batu-batu mulia langka yang telah digarap dan dikombinasikan dengan kemasan bentuk yang sangat apik sehingga berharga sangat selangit...


Aslikah batu mulia kita?
Sebagai pemakai ataupun sekedar pengagum batu mulia yang cerdas, kita perlu mengenal dengan lebih baik batu mulia.
Batu mulia mempunyai skala kekerasan yang biasa disebut dengan skala MOHS dengan jenjang skala1-10, yaitu sifat fisik batu yang dipengaruhi oleh tata letak intern atom. Intan, berskala 10 MOHS adalah batu yang paling tinggi tingkat kekerasannya, sehingga digunakan sebagai mata bor yang dapat menembus batu cadas terkeras di dalam bumi.

Berdasar penelitian mineral, terdapat pengelompokan batu mulia yang umumnya dijadikan perhiasan:
1. Batu permata kelas pertama, dengan nilai kekerasan antara 8-10 skala MOHS adalah diamond, ruby, safir, topaz chrysoberyl cubic zirconia.
2. Batu permata kelas dua dengan nilai kekerasan 7-8 skala MOHS: beryl, zircon, zamrud, aquamarine, ametyst, garnet, spinel, quartz.
3. Batu permata kelas tiga, dengan tingkat kekerasan 7 skala MOHS: lapiz lazuli, citrin, tourqiz.
4. Batu mulia kelas empat dengan 4-7 skala MOHS: opal
5. Batu kelas lima dengan tampilan agak keruh, tidak tembus cahaya, contohnya adalah batu marmer dan batu akik.






Fenomena menarik lainnya sehubungan dengan batu mulia, terdapat kepercayaan yang dipegang oleh sekelompok masyarakat tertentu yang meyakini bahwa sifat batu cincin cocok  dengan sifat manusia berdasar zodiaknya. Mau tahu batu mulia apa yang cocok untuk anda?

* capricorn: garnet dan ruby.
*aquarius:  garnet, moos agate (akik lumut), opal, ametyst (kecubung), turquoise (pirus), hyacinth.
* pisces: amethyst (kecubung), rock crystal, sapphire, bloodstone, aquamarine.
* aries: bloodstone, diamond (intan), jasper (hati ayam).
* taurus: sapphire, amber, turquoise (pirus), blood coral, emerald (zamrud), aventurine, diamond (intan)
* gemini: agate (akik), pearl (mutiara), chrysoprase, tiger eye (mata macan), emerald (zamrud).
* cancer: emerald (zamrud), pearl (mutiara), ruby (mirah), moonstonem agate (akik), chalcedony.
* leo: tourmaline, sardonyx, onyx, rock crystal, peridot, amber.
* virgo: pink jasper (hati ayam pink), jade (giok), carnelian, sapphire, citrine, sardonyx.
* libra: opal, lapiz lazuli, peridot, sapphire, chrysolite, sardonyx.
* scorpio: aquamarine, topaz, garnet, ruby (mirah), aquamarine, beryl.
* sagitarius: sapphire, topaz, amethyst, (kecubung), turquoise (pirus), pearl.

Nah, bagaimana pendapat dan kesan anda tentang batu permata?  :)

Salam kilau,
Salam Redaksi: ## eo...

(ring photos: from some sources at google)

Bertemu Ibu-Ibu Banjarmasin

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 7)

Untuk pertama kalinya, pada tanggal 02 Maret 2012, Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, berkunjung ke DWP KPPBC  Banjarmasin. Kunjungan ini adalah dalam rangka rangkaian tatap muka dengan pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Hanya saja, karena keterbatasan waktu, pada kesempatan ini  hanya dua tempat yang dikunjungi yaitu Balikpapan dan Banjarmasin.

Ibu Agung Kuswandono yang datang dari Balikpapan didampingi oleh Ibu Erna Oentarto dan rombongan kecil disambut dengan hangat oleh Ketua DWP KPPBC Banjarmasin, Ibu Taryono, bersama segenap pengurus dan anggota.


Pada pertemuan itu, Ibu Agung mengajak kita semua untuk bersyukur atas segala rahmat dan karunia Allah SWT sehingga pertemuan yang hangat itu dapat terlaksana dengan baik. Ibu Agung juga memberikan semangat kepada Ibu Taryono selaku ketua, kepada segenap pengurus dan anggota untuk aktif dalam organisasi DWP disela-sela kesibukan sebagai ibu bekerja maupun ibu rumah tangga.



Setelah pengarahan dan pembinaan, acara santai dan ramah tamah diisi dengan foto bersama baik dengan pengurus dan anggota DWP KPPBC Banjarmasin maupun dengan para karyawati Kantor Pelayanan Banjarmasin. Bahkan Ibu Agung juga berkenan foto dengan semuanya satu per satu  :)



Berpose di depan relief yang menjadi ciri khas KPPBC Banjarmasin, dari kanan ke kiri: Ibu Arman Sihombing, Ibu Kromo, Ibu Taryono, Ibu Erna Oentarto, Ibu Agung Kuswandono, Bapak taryono, Ibu Agus, Ibu Yusmariza, Ibu Edi Burman.


Salahm hangat,
Salam redaksi
##EO''


Kamis, 08 Maret 2012

Ketupat Kandangan

(Kunjungan Ibu Ketua DWP DJBC, part 6)

Munculnya istilah "Wisata Kuliner"  menunjukkan betapa beragamnya kuliner di Indonesia, Tanah Air tercinta kita, sehingga untuk mengenal dan mencicipi aneka rupa hidangan istimewa dari tiap daerah, kita mesti melakukan wisata khusus :)

Pada kunjungan ke DWP Kantor Pelayanan Banjarmasin tanggal 02 Maret yang lalu, Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, dan rombongan kecilnya, mengawali kegiatan dengan sarapan terlebih dahulu setiba dari Balikpapan dengan menggunakan penerbangan terpagi.

Pilihan menu sarapan jatuh pada Ketupat Kandangan, sebuah menu sederhana namun sangat cocok untuk mengisi perut di pagi hari.



Apa itu Ketupat Kandangan?
Meski ketupat adalah makanan umum, tetapi Kandangan itu sendiri adalah nama sebuah kota di Kalimantan Selatan. Ketupat khas Kalimantan Selatan ini disajikan bersama kuah kekuningan bersantan seperti opor, dengan taburan bawang goreng. Ketupat berkuah itu kemudian ditemani dengan ikan haruan goreng atau asap, atau ikan haruan masak habang (seperti bumbu balado). Pendamping tambahan dapat berupa telur rebus masak habang atau telur ikan haruan. Ikan haruan adalah ikan yang mirip ikan gabus, atau mirip iwak kutuk. 


Bagaimana cara membuat sajian Ketupat Kandangan?
Mari kita coba bersama...

Bahan: ketupat secukupnya, ikan gabus besar tanpa kepala, 1 sendok teh asam jawa, 1 sendok teh garam, 1 sendok teh air jeruk nipis, 5 lembar daun jeruk, 2 batang serai, 1.500 ml santan dari 1 butir kelapa dan minyak secukupnya untuk menumis.

Bumbu halus: 10 butir bawang merah, 4 butir bawang putih, 3 butir kemiri, 1/2 sendok teh ketumbar, 1 cm jahe, 1/4 sendok teh merica, 1/2 sendok teh merica, 3/4 sendok teh garam, 1 cm lengkuas, 1/8 sendok teh jinten dan 2 sendok teh gula pasir

Bahan sambal: 5 cabai merah, 2 cabai rawit, 1/2 sendok teh erasi goreng, 1 buah tomat, 1/2 sendok teh garam, 1/2 sendok teh mrica, 2 sendok makan minyak untuk menumis.

Cara membuat: 
1. lumuri ikan dengan asam jawa, garam dan air jeruk nipis, diamkan 45 menit, kemudian panggang ikan di bara api sampai matang.
2.tumis bumbu halus, daun jeruk dan serai sampai harum dan tuang dalam santan.
3. masukkan ikan haruan, rebus sampai bumbu meresap.
4. haluskan semua bahan sambal, goreng smapai matang.
5. Siapkan ketupat, guyur dengan sayur, hidangkan hangat.... hhmmmm...   :)

Cara menyantap Ketupat Kandangan sangat khas, meski menu berkuah tetapi umumnya orang Banjarmasin menyantapnya dengan tangan. Karena dari beras pera, saat menjadi ketupatpun tidak pulen, sehingga gampang dihancurkan dengan cara meremas-remas sehingga bercampur dengan kuah santan...
selamat menikmati lezatnya Ketupat Kandangan dengan tangan...  :)



Menu mak nyus tak harus dicari di restoran mewah, ...kelezatan Ketupat Kandangan
dapat dinikmati di warung sederhana. Tampak dalam gambar Ibu Agung dan rombongan kecil berpose di depan warung Ketupat Kandangan, yang berlokasi di suatu gang tak jauh dari Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.

Salam lezat!
Salam Redaksi..
**eO''

Rabu, 07 Maret 2012

Kalimantan dan berlian

(Kunjungan Ibu Ketua DJBC, part 5)

Kalimantan identik dengan intan berlian!

Sungguh betapa kaya sumber daya alam pulau Kalimantan. Batu bara menggunung, minyak bumi melimpah...dan yang tentu menarik hati para ibu....intan berliannya yang begitu "bling-bling"...
Berkunjung ke Balikpapan belum afdol bila belum menengok Kebun Sayur, sentra batu permata Kalimantan Timur. Berkunjung tidak harus membeli, berkunjung bisa juga sebatas mengagumi aneka intan berlian, batu permata yang diperjual-belikan di sana.

Pada kesempatan berkunjung ke Balikpapan pada tanggal 01 Maret 2012 yang lalu, Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono juga meluangkan waktu untuk mengunjungi Kebun Sayur, berbincang dengan para pengrajin intan berlian di sana sekaligus bernostalgia.


Ibu Agung Kuswandono (tengah)  saat berbincang dengan pengrajin 
berlian di Kebun Sayur, Balikpapan, bersama Ibu Erna Oentarto dan Ibu Edi Burman.

Selalu menarik untuk mempelajari dan mengagumi butir-butir berlian, yang meski bentuknya begitu mungil namun kadang harganya sungguh mengagetkan bila berkatagori langka :)
Karena harganya yang tidak murah, maka perlu ilmu dalam memilih berlian supaya kita terhindar dari membeli berlian dengan harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya.  Nilai berlian umumnya ditentukan oleh 4 C yaitu color (warna), carat (karat), clarity (kejernihan) dan cut (potongan). 

Color
Meskipun berlian ada yang berwarna kuning pucat, kecoklatan maupun pink, namun warna berlian terbaik adalah tidak ada warna.

Carat
Berlian dijual berdasarkan karat (berat yang diukur berdasar satuan karat). Satu karat setara dengan 0,2 gram atau 200 mg yang terbagi menjadi 100 poin. Satu karat setara dengan 100 poin. Kata karat sendiri dalam sejarahnya diperoleh dari pohon ceratonia siliqua yang biji-bijinya mempunyai berat yang sama. Pada waktu itu berat biji pohon itulah yang digunakan untuk perbandingan dan menimbang berlian. Berlian yang berukuran besar tentulah lebih berat timbangannya, berlian besar adalah langka, sehingga menjadikannya berharga selangit.

Clarity
Karena terbentuk secara alami, maka hampir semua berlian mengandung "tanda lahir", semacam bercak bentukan alam atau inklusi (proses pembentukan yang membuat berlian menjadi berbentuk tidak sempurna) sehingga mempengaruhi kejernihannya. Seringkali ketidaksempurnaan tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang, tetapi harus menggunakan mikroskop dengan setidaknya pembesaran 10 X. Semakin sedikit inklusi semakin tinggi nilai berlian itu.

Cut
Cutting atau asahan adalah teknik potong dalam membentuk berlian. Tehnik potong yang tepat membuat berlian makin berkilau. Sebutir berlian perlu dipotong menjadi 58 segi permukaan yang rata untuk dapat memantulkan cahaya yang menembus permukaannya sehingga mampu menghasilkan kilau yang menyilaukan hati wanita :)


Bentuk berlian beragam, ada yang berbentuk round (bulat), marquise (mirip padi), pear (berbentuk buah pir), oval (lonjong), emerald, princess, radiant dan heart.


Pengujian berlian dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya
1. Pengujian dengan jarum uji berlian. Jarum besi dengan ujung berlian digoreskan pada berlian yang akan diuji, apabila berlian yang diuji tersebut kemudian tergores maka berlian tersebut tidak asli.

2. Pengujian dengan diamond test, yaitu alat penguji berlian yang menimbulkan suara "ngiiing.." bila ditempel pada berlian asli.

3. Pengujian dengan memeriksa berat jenis. Nilai berat jenis permata berlian asli akan mencapai 3,52.


Terdapat pula cara pengujian berlian dengan mata. Berlian memiliki indeks bias cahaya yang besar. Hal tersebut mengakibatkan berlian tidak tembus pandang. Letakkan berlian di atas koran, bila koran dapat terlihat melalui berlian (tembus pandang) maka berlian tersebut tidak asli. Bisa juga dilakukan uji miring berlian, pegang berlian dengan mendatar, kemudian miringkan, berlian asli akan berkilau dan bersinar. Berlian adalah intan yang sudah digosok. Intan adalah penghantar panas yang tinggi sehingga cepat menyesuaikan dengan temperatur sekelilingnya, pertama dipegang akan terasa dingin dan cepat menjadi panas bila terus dipegang.

Naaah...bagaimana Ibu-Ibu? ingin berinvestasi melalui berlian? Berlian yang aman untuk dijadikan investasi adalah berlian yang bersertifikat. Di Indonesia baru AGL, sebuah laboratorium berlian, yang menyediakan jasa pemeriksaan berlian serta pembuatan sertifikatnya.

Tidak usah masgul bagi ibu-ibu yang tidak bisa berinvestasi melalui berlian...kita selalu dapat berinvestasi melalui anak-anak kita...didik anak kita dengan baik sehingga menjadi anak yang sholeh dan sholehah... itu adalah investasi terbesar kita dunia akherat... Anak-anak kita adalah berlian berkilau kita...Betul ibu?  :)


sumber gambar-gambar berlian pada posting ini: agl.igp

Salam kemilau,
Salam Redaksi
**Eo...

Selasa, 06 Maret 2012

Pameran Pembangunan

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 4)

Balikpapan Fair 2012 yang berlangsung pada tanggal 28 Februari sampai dengan 4 Maret 2012 adalah salah satu agenda yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kota Balikpapan dalam rangka "Semarak Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan ke 115". Sebuah Pameran Pembangunan yang memamerkan berbagai "kekuatan" Balikpapan sebagai kota yang sedang pesat berkembang.

Untuk pertama kalinya Kanwil DJBC Kalbagtim ikut andil dalam Balikpapan Fair  ini dengan membuka satu stand. Stand kanwil DJBC Kalbagtim berisi tentang informasi seputar tugas fungsi Bea dan Cukai dan peran Bea Cukai Kalbagtim khususnya dalam pembangunan Kaltimsel.


Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono yang pada tanggal 01 Maret 2012 berada di Kota Balikpapan dalam rangka pertemuan dengan DWP Kanwil DJBC Kalbagtim tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi stand Bea Cukai tersebut.
Tampak dalam gambar di atas, Ibu Agung (tengah) berpose di depan Gedung Balikpapan Sport & Convention Center atau yang dikenal dengan Gedung Dome, didampingi Ibu Erna Oentarto, Ibu Edi Burman, Ibu Arman Sihombing dan Ibu Yuzmarisa.


Ibu Agung mengisi buku tamu stand Bea dan Cukai

Dengan aktif mengikuti pameran sejenis, diharapkan peran, tugas  dan fungsi Bea dan Cukai semakin dikenal oleh masyarakat, sehingga dapat menjalin lebih erat lagi kerja sama antara Bea dan Cukai dengan unsur masyarakat.

Salam semangat!
Salam Redaksi
**Eo##

Senin, 05 Maret 2012

POSTING SPESIAL :)

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 3)

"Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ibu-ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim yang saya cintai,

Alhamdulillah, saya senang sekali dengan adanya blog dari ibu-ibu  DWP DJBC  Kalbagtim... ini menunjukkan bahwa ibu-ibu bisa mengikuti perkembangan teknologi, dan semoga ini bisa dijadikan sarana untuk saling berbagi informasi... 
Saya secara pribadi sangat mendukung blog ini, semoga bisa dijadikan contoh untuk DWP Kanwil-Kanwil lainnya" 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. "

Demikian  Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Agung Kuswandono, saat menyampaikan kesan dan pesannya tentang Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.

Ibu Agung Kuswandodo saat menulis pesan dan kesannya langsung di halaman blog,
 didampingi Ibu Erna Oentarto

Pesan dan kesan itu beliau langsung tuliskan dalam halaman Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim pada saat kunjungan beliau ke DWP Kanwil DJBC Kalbagtim hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 yang lalu. Dukungan beliau memberi tambahan semangat bagi tim redaksi untuk terus "memelihara" blog ini sebagai perangkat berkomunikasi, berbagi informasi dan menyimpan dokumentasi-dokumentasi penting terkait kegiatan DWP.

Tampilan Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim masihlah sangat sederhana. Namun dalam kesederhanaan tersebut telah dicoba untuk mengekspresikan jati diri DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.
Cover adalah penting, tapi yang lebih penting adalah isi. Seindah apapun tampilan blog, tetap tidak mempunyai makna bila tidak ada isinya atau isi tidak menarik hati pembaca.


Pada dasarnya membuat blog tidaklah sulit, karena "pondasi" awal dapat diunduh dari berbagai situs konstruksi blog. Setelah konstruksi dasar terbentuk, langkah selanjutnya adalah memoles disain blog sehingga memberikan ciri khas yang perlu dan ingin ditampilkan. Ciri khas blog dapat ditampilkan melalui pilihan latar belakang judul blog, pilihan huruf, pilihan warna, background posting, maupun asesoris yang dapat berupa simbol-simbol maupun kalimat-kalimat. Dalam membuat posting diperlukan tim redaksi yang sedikit saja mempunyai bakat atau ketertarikan terhadap dunia tulis menulis atau jurnalistik. Blog akan tampak lebih indah dan informatif bila ditambahi pula dengan aneka foto sebagai  penunjang, dengan demikian kecermatan dalam pemilihan foto dan gambar juga diperlukan. Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini berisi posting yang sangat variatif, disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan tidak formal... Apapun bisa masuk dalam blog ini, blog adalah tempat berbagi. Dari kita, oleh kita, untuk kita.



Yang istimewa dari blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini adalah hari kelahirannya yang tanggal 04 November (launcing pertama pada tanggal 04 November 2011, oleh Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim, Bapak Oentarto Wibowo)). Tanggal 04 November ternyata juga tanggal kelahiran Ibu Agung Kuswandono. Sebuah kebetulan yang indah :)

Terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Ibu Agung Kuswandono, semoga blog ini dapat terus terpelihara... amiin...!

Salam semangat!
Salam Redaksi
**Eo##

Minggu, 04 Maret 2012

Penyerahan BEA SISWA

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 2)

Pada kunjungan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono ke Balikpapan pada hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 yang lalu bertepatan dengan agenda DWP Kanwil DJBC Kalbagtim memberikan santunan bea siswa kepada anak-anak karyawan golongan satu dan dua, PKD dan cleaning service. Pada kesempatan itu, Ibu Agung berkenan memberikan bantuan bea siswa tersebut secara simbolis.


Dalam laporannya, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto menyampaikan bahwa  bea siswa tersebut adalah per bulan dan disampaikan per semester. Jumlah total penerima bea siswa adalah 24 orang, yang terdiri dari anak TK (per bulan Rp. 30.000), SD (per bulan Rp. 40.000), SMP (per bulan Rp. 50.000) dan SMA (per bulan Rp. 60.000). Sumber anggaran bea siswa berasal dari donatur yang dikumpulkan menjelang pemberian bea siswa ditambah dengan uang kas. Pada kesempatan itu Ibu Erna Oentarto menyampaikan ide alternatif yaitu bahwa sumber anggaran agar dicoba tidak dikumpulkan secara dadakan melainkan dikumpulkan secara teratur setiap bulan dengan cara para ibu diberi kesempatan untuk "mengadopsi" anak melalui donatur setiap bulan. Misalnya seorang ibu berniat mengadopsi satu anak TK berarti setiap bulan ibu tersebut akan menitipkan Rp. 30.000 kepada pengurus. Tentu saja sumbangan ini sangat bersifat ikhlas dan sesuai dengan kekuatan masing-masing. Bagaimanapun, berinfak, bersodaqoh dan berzakat harus selalu diusahakan secara sadar oleh kita semua, karena pada dasarnya pada setiap hitungan harta kita, terdapat di dalamnya hak orang-orang yang memerlukannya.

"Semoga bermanfaat, nak.." demikian Ibu Agung Kuswandono, saat menyampaikan bea siswa kepada salah satu siswa SMA.

Semoga sumbangan yang diberikan bermanfaat, dan semoga para ibu-ibu lebih semangat lagi berzakat, infaq dan sodaqoh. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin.

Salam kasih sayang
redaksi **Eo,,

Kunjungan NOSTALGIA....

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, Part 1)

Hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 adalah hari istimewa bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur yang diketuai oleh Ibu Erna Oentarto, karena pada hari dan tanggal itu DWP DJBC Kalbagtim kedatangan tamu "agung", yaitu Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Hajjah Agung Kuswandono.


Ibu Hj. Agung Kuswandono (tengah) sesaat sebelum memberikan pengarahan.

Setelah Ibu Erna Oentarto menyampaikan laporan seputar kegiatan DWP DJBC Kalbagtim, Ibu Agung Kuswandono memberikan pengarahannya. Dalam pengarahan tersebut dikatakan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah selain silaturahim, saling mengenal lebih dekat dan pembinaan, dimaksudkan juga untuk bernostalgia. Mengapa bernostalgia? Karena ternyata, Balikpapan pernah menjadi tempat tugas Bapak Agung Kuswandono sekitar sepuluh tahun yang lalu. Oleh sebab itu, pada kesempatan kunjungan ini Ibu Agung juga ingin menikmati kembali suasana, tempat, kuliner dan hal mengesankan lainnya yang dulu pernah dirasakan, termasuk bertemu dengan teman-teman pada masa itu.


Kesan ibu Agung, Balikpapan sungguh terlihat pesat kemajuannya. Banyak hal yang telah berubah dan berkembang bila dibanding sepuluh tahun yang lalu. Perubahan yang mengesankan.


Kepada para pengurus dan anggota DWP DJBC Kalbagtim, ibu Agung berpesan agar kegiatan rutin yang telah dilakukan selama ini, yaitu arisan, pembinaan dan memanggil berbagai nara sumber perlu diteruskan dan terus dikembangkan, karena kegiatan tersebut adalah kegiatan positif yang dapat menambah pengetahuan maupun jejaring silaturahim.



Agar kunjungan nostalgia ini semakin lengkap, DWP DJBC Kalbagtim menyampaikan sovenir Kalimantan berupa taplak dari rangkaian manik-manik. Taplak yang unik dan sangat khas ini semoga menjadi kenangan yang indah dari Balikpapan.



Kemudian, sebagai tanda kunjungan istimewa ini, Ibu Agung juga berkenan memilih salah satu corak batik hijau yang menjadi "kostum kebersamaan" DWP DJBC Kalbagtim saat berkegiatan di Kantor Wilayah. Semoga Ibu Agung berkenan mengenakannya. Dan semoga batik hijau menjadi pengingat kunjungan nostalgia :)



Di akhir kegiatan, Ibu Agung menyempatkan berfoto bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Bapak Oentarto Wibowo. Tampak dalam gambar di atas, dari kanan ke kiri: Ibu Edi Burman (Ketua DWP Kantor Pelayanan Balikpapan), Ibu Agung Kuswandono (Ketua DWP DJBC), Bapak Oentarto Wibowo (Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim), Ibu Erna Oentarto (Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim), dan ibu Yusmariza (Ketua DWP Kepatuhan Internal DJBC).

Ibu Agung Kuswandono berfoto bersama Kepala Kanwil dan Kabag Umum Kanwil DJBC Kalbagtim, dan segenap pengurus dan anggota DWP DJBC Kalbagtim.


Salam hangat Redaksi
**Eo++



Selasa, 28 Februari 2012

Mengenal Batik Pesisiran

Cantik...
Menarik...
Unik...
Itulah batik....

Semakin kita berusaha mengenal aneka budaya nusantara, semakin kita terkagum-kagum akan kekayaan ragamnya. Meski kita bermukim di salah satu pulau di Indonesia, tak menutup kemungkinan untuk kita menghargai dan mencintai produk seni budaya dari pulau lain karena pada hakekatnya yang beragam itu adalah satu, Bhinneka Tunggal Ika.

Sekali ini marilah kita mengenal lebih dekat batik pesisiran.

Di Pulau Jawa, orang mengenal Batik Yogyakarta dan Batik Surakarta, selebihnya adalah Batik Pesisiran yang berarti adalah batik yang berasal dari pesisir pantai sepanjang Pulau Jawa yaitu Pekalongan, Cirebon, Lasem, termasuk Madura dan lain sebagainya.
Yang unik dari Batik Pesisiran ini adalah corak dan warnanya yang sangat atraktif yang dipengaruhi oleh budaya Hindu, Budha dan Islam. Bagi penyuka warna "gonjreng" Batik Pesisiran adalah pilihan yang tepat. Warna menarik itu diperoleh dari proses pewarnaan alami. Warna merah misalnya, diperoleh dari sari kulit akar mengkudu. Warna biru dari pohon nila. Warna coklat dari kulit pohon jambal.

Untuk memberi kesempatan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim agar tidak hanya melihat dari jauh namun juga dapat menyentuh, memiliki dan mengenakan busana Batik Pesisiran, maka Bidang Usaha menyediakan produk Batik Pesisiran dengan harga terjangkau.


Sebagian produk Batik Pesisiran koleksi DWP Kanwil DJBC 
Kalbagtim yang dapat menjadi milik anda dengan menghubungi Bidang Usaha :)



Tampak pada gambar, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto, mengenakan Batik Pesisiran yang berasal dari daerah Lasem. Apabila dicermati, selain motif flora terselip juga sinografi huruf Cina yang mempunyai arti "Manusia berusaha, Tuhan menentukan". Sebuah karya yang tidak hanya apik tetapi juga sarat makna.

Mari semakin cinta produk Indonesia!

Salam Redaksi
**Eo'==

Rabu, 01 Februari 2012

Selalu Berdoa Untukmu.....

"Berbagai cara dilakukan pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu untuk dapat meloloskan barang haram yang dibawanya...namun upaya penyelundupan sabu senilai Rp 400 juta dari Malaysia ke Kaltim berhasil digagalkan Ditjen Bea dan Cukai Kantor Wilayah Kalbagtim" ....demikian harian Tribun Kaltim memberitakan.


Membaca berita tentang hal tersebut di beberapa harian Kaltim beberapa saat yang lalu, membuat perasaan kita bercampur aduk antara prihatin mengapa selalu masih ada saja oknum yang tega melakukan penyelundupan barang-barang haram dan sangat merusak itu di negeri kita tercinta ini, dan terbit juga rasa bangga kepada para aparat Bea dan Cukai di mana para suami tercinta kita menjadi bagian di dalamnya, yang telah selalu berusaha keras menggagalkan aneka penyelundupan dengan segala daya upaya.

Hal tersebut membuat kita semakin sadar bahwa tugas yang diemban oleh para suami kita khususnya dan pegawai Bea dan Cukai pada umumnya, bukanlah tugas yang ringan, melainkan sungguh berat, beresiko dan penuh tantangan...



Untuk itu, marilah kita selalu khusyuk mendoakan agar tugas-tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, lancar, aman dan selamat.

"Ya Allah...tiada tempat berlindung kami kecuali kepada-Mu...
Tiada tempat kami bermohon keselamatan dan kelancaran kecuali kepada-Mu
Engkau tempat kami meminta pertolongan...
Engkau tempat kami memperoleh kekuatan...
Jaga dan beri kekuatan lahir batin kepada suami kami...
Dalam menjalankan tugas kewajiban sebagai anak negeri...
Jadikan pula, segala pengabdian itu sebagai ibadah
Dalam rangka memperoleh ridho-Mu...
Amiin"

Selamat juga kami ucapkan kepada Kanwil DJBC Kalbagtim atas predikat "Kanwil terbaik dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2011", semoga prestasi ini sebagai pemicu prestasi-prestasi berikutnya di masa yang akan datang.


Bravo!
Salam Redaksi..
*Eo