Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Sabtu, 31 Maret 2012

Blog DWP Go Public

Waah... Blog Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim masuk ke Warta Bea Cukai, majalah bulanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai...

Waah...Blog Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim masuk pula dalam salah satu ulasan pemberitaan resmi di situs Kanwil DJBC Kalbagtim.....



Blog DWP Kanwil DJBC dimuat di dalam majalah WBC terbit Februari 2012


Situs Kanwil DJBC Kalbagtim memberitakan launching Blog DWP DJBC Kalbagtim

Semua itu artinya, Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim makin hari makin go public, blog ini semakin mempunyai potensi untuk dibaca oleh banyak orang.
Semua itu memicu Tim Redaksi untuk semakin profesional dalam mengisi blog ini, untuk semakin memberi bobot pada setiap postingan yang diterbitkan.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Tim Redaksi menyadari  bahwa blog ini masih sangat muda dan belum menampakkan kelebihan yang berarti namun demikian kami akan terus berusaha untuk tampil makin dan makin baik lagi. Oleh itu, segala saran dan masukan yang membangun dan penuh simpati kami harapkan demi proses maju blog ini.
Terimakasih...

Salam Blogger!
Salam Redaksi, **eo*

Kamis, 15 Maret 2012

Akhir Silaturahim

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 15, the end)

Segenap pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dari Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, KPPBC Balikpapan dan KPPBC Banjarmasin mengucapkan terimakasih atas kunjungan Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Agung Kuswandono, pada tanggal 01-03 Maret 2012 di lingkungan Kalimantan Bagian Timur.

Semoga momen tersebut penuh makna dan meninggalkan kesan mendalam.
Semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan dan kesehatan kepada kita, sehingga kita mampu terus berkarya, mengabdi dan peduli pada sesama.
Amin.






Salam hangat,
Redaksi
**Eo**

Pernik Kehidupan Nyata

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 14)

Pernik Kehidupan Nyata

Menyimak kehidupan nelayan di pinggiran anak sungai dan juga di pesisir pantai...
Seringkali terasa menyesakkan dada...
Kesederhanaan, serba keterbatasan, keterbelakangan...
Mengakrabi keseharian tanpa ada pilihan...

Namun barangkali....
Ketabahan dan keikhlasan mereka jauh melampaui yang kita punya...
Wajah "menerima" mereka membuat trenyuh...
Menjadikan kita malu....
Seolah melempar tanya:
"Sudahkah kau ingat syukur?"...

Ya Allah,
Beri mereka peningkatan hidup ke arah kelayakan..
Entaskan dari himpitan kekurangan..
Makmur sejahterakan...
Amiin...











Mari berinstropeksi...
Sudahkah kita memberi?
Ataukah kita hanya mengeksploitasi?
Datang dan pergi tanpa meninggalkan arti?

Salam redaksi,
Salam prihatin untuk sebagian anak negeri yang masih hidup di bawah garis kemiskinan...

*Eo...

Dari Bobongko sampai Gangan KatuyunG

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 13)

Tak lengkap rasanya kalau tidak mengungkap kuliner apa yang sudah diicipi kelezatannya selama kunjungan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, pada 2-3 Maret 2012 di Banjarmasin yang lalu. Mulai dari camilan ringan sampai "makan berat"nya semua begitu beragam, ada yang mirip dengan kuliner daerah lain tetapi bagaimanapun tetap punya sentuhan khas masing-masing.


Ibu Agung dan ibu-ibu DWP Kanwil DJBC Kalbagtim dan KPPBC Banjarmasin sedang menikmati bobongko, makanan khas Kalimantan Selatan yang cara memasaknya dibungkus dengan daun pisang.

Inilah Bobongko


Kelepon teryata bukan hanya makanan khas Jawa, di Kalimantan Selatan-pun kelepon adalah kudapan favorit. Kelepon Buntut ini ukurannya lebih kecil dari kelepon pada umumnya, namun rasanya tetap "meledak di mulut!"

Sambal dengan rasa dahsyat :)

 Ikan Saluang goreng...renyah kemripik :)

Perkedel ikan....

Kelapa muda, fresh from the tree :)

Patin goreng...



Soto Banjar oh sedapnya...

Sate Banjar...

Sayur labu parang dan rebung... unik...

Inilah gangan katuyung alias sayur keong air tawar....sluuurrpp....

Kekayaan kuliner adalah karunia dari Allah SWT. Manusia diberi-Nya akal fikiran untuk mengolah sumber daya alam menjadi sumber energi untuk kelangsungan hidup dan kehidupan. Alhamdulillah.

Salam hidup sehat, salam mengonsumsi kuliner sehat!
Salam redaksi

**eO+


Minggu, 11 Maret 2012

Ekspresi Penghuni Pulau Kembang

(Kunjungan Ketua DJBC, part 12)

Mengulas tentang Pulau Kembang, sejarah, legenda dan "penghuni"nya-pun telah pernah menjadi salah satu posting Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini.

Ibu Agung Kuswandono dan Ibu Erna Oentarto berpose di "ruang kemudi" kelotok :)

Untuk kesempatan kali ini, pada saat Redaksi Blog bersama Ibu Ketua DWP DJBC meninjau salah satu aset wisata Kalimantan ini, Redaksi mengajak untuk nikmati saja aneka ekspresi penghuni Pulau Kembang, Kalimantan Selatan, dari dalam kelotok, diantaranya.........









Salam ekspresif!  :)
Salam Redaksi
++eO##

Bisnis Terapung

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 11)

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah pernah mengulas tentang kegiatan unik masyarakat Kalimantan Selatan yaitu kegiatan bisnis di Pasar Terapung.


Meskipun demikian,  pada kesempatan bersama dengan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, melihat dari dekat transaksi khas di Pasar Apung tersebut pada hari Sabtu, 02 Maret 2012 yang lalu, Redaksi tetap bergairah dengan mendokumentasikan keunikan kegiatan tersebut melalui kamera...









Hidup adalah perjuangan..
Agar mudah dalam berjuang...
Maka berkawan dengan alam adalah pilihan bijak... :)

Salam redaksi
**EO##

Subuh di Masjid Sultan Suriansyah

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 10)

Masjid Sultan Suriansyah juga dikenal dengan Masjid Kuin. Masjid ini adalah masjid bersejarah dan tertua di Kalimantan Selatan yang dibangun oleh Sultan Suriansyah, Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam (1526-1550). Berlokasi di Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin Utara, di pinggir sungai Kuin, menjadikan masjid ini tujuan utama wisatawan muslim yang ingin melaksanakan sholat dalam perjalanannya menyusuri Sungai Kuin untuk menuju Pasar Apung Martapura.



Arsitektur dan konstruksi masjid bergaya tradisional Banjar dengan ornamen motif flora-fauna dan kaligrafi Arab mendominasi interior dan eksterior masjid. Dari tiang sampai lantai menggunakan kayu ulin, termasuk mimbarnya yang sangat indah dan istimewa  yang dibuat oleh Haji Muhammad Ali Al Banjari.  Usia mimbar sudah lebih dari 200 tahun dan masih kokoh sampai saat ini.




Masjid Suriansyah adalah salah satu situs purbakala yang harus kita jaga kelestariannya dengan cara merawat dan memeliharanya dengan baik sekaligus menggunakannya sebagai tempat ibadah sesuai dengan tujuan utama pembangunan masjid itu sendiri. Untuk lebih mengenal dan menyayangi peninggalan bersejarah tinggi ini dapat klik di sini.


Ornamen flora khas Banjar diukir di kayu ulin 


Tampak pada gambar, Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, didampingi Ibu Erna Oentarto, Ibu Taryono dan Ibu Yusmariza berpose di depan Masjid Suriansyah sesaat setelah selesai melaksanakan jamaah Sholat Subuh dengan warga setempat pada Hari Sabtu, tanggal 02 Maret 2012 yang lalu.

Salam Redaksi
**EO**