Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Rabu, 07 Maret 2012

Kalimantan dan berlian

(Kunjungan Ibu Ketua DJBC, part 5)

Kalimantan identik dengan intan berlian!

Sungguh betapa kaya sumber daya alam pulau Kalimantan. Batu bara menggunung, minyak bumi melimpah...dan yang tentu menarik hati para ibu....intan berliannya yang begitu "bling-bling"...
Berkunjung ke Balikpapan belum afdol bila belum menengok Kebun Sayur, sentra batu permata Kalimantan Timur. Berkunjung tidak harus membeli, berkunjung bisa juga sebatas mengagumi aneka intan berlian, batu permata yang diperjual-belikan di sana.

Pada kesempatan berkunjung ke Balikpapan pada tanggal 01 Maret 2012 yang lalu, Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono juga meluangkan waktu untuk mengunjungi Kebun Sayur, berbincang dengan para pengrajin intan berlian di sana sekaligus bernostalgia.


Ibu Agung Kuswandono (tengah)  saat berbincang dengan pengrajin 
berlian di Kebun Sayur, Balikpapan, bersama Ibu Erna Oentarto dan Ibu Edi Burman.

Selalu menarik untuk mempelajari dan mengagumi butir-butir berlian, yang meski bentuknya begitu mungil namun kadang harganya sungguh mengagetkan bila berkatagori langka :)
Karena harganya yang tidak murah, maka perlu ilmu dalam memilih berlian supaya kita terhindar dari membeli berlian dengan harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya.  Nilai berlian umumnya ditentukan oleh 4 C yaitu color (warna), carat (karat), clarity (kejernihan) dan cut (potongan). 

Color
Meskipun berlian ada yang berwarna kuning pucat, kecoklatan maupun pink, namun warna berlian terbaik adalah tidak ada warna.

Carat
Berlian dijual berdasarkan karat (berat yang diukur berdasar satuan karat). Satu karat setara dengan 0,2 gram atau 200 mg yang terbagi menjadi 100 poin. Satu karat setara dengan 100 poin. Kata karat sendiri dalam sejarahnya diperoleh dari pohon ceratonia siliqua yang biji-bijinya mempunyai berat yang sama. Pada waktu itu berat biji pohon itulah yang digunakan untuk perbandingan dan menimbang berlian. Berlian yang berukuran besar tentulah lebih berat timbangannya, berlian besar adalah langka, sehingga menjadikannya berharga selangit.

Clarity
Karena terbentuk secara alami, maka hampir semua berlian mengandung "tanda lahir", semacam bercak bentukan alam atau inklusi (proses pembentukan yang membuat berlian menjadi berbentuk tidak sempurna) sehingga mempengaruhi kejernihannya. Seringkali ketidaksempurnaan tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang, tetapi harus menggunakan mikroskop dengan setidaknya pembesaran 10 X. Semakin sedikit inklusi semakin tinggi nilai berlian itu.

Cut
Cutting atau asahan adalah teknik potong dalam membentuk berlian. Tehnik potong yang tepat membuat berlian makin berkilau. Sebutir berlian perlu dipotong menjadi 58 segi permukaan yang rata untuk dapat memantulkan cahaya yang menembus permukaannya sehingga mampu menghasilkan kilau yang menyilaukan hati wanita :)


Bentuk berlian beragam, ada yang berbentuk round (bulat), marquise (mirip padi), pear (berbentuk buah pir), oval (lonjong), emerald, princess, radiant dan heart.


Pengujian berlian dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya
1. Pengujian dengan jarum uji berlian. Jarum besi dengan ujung berlian digoreskan pada berlian yang akan diuji, apabila berlian yang diuji tersebut kemudian tergores maka berlian tersebut tidak asli.

2. Pengujian dengan diamond test, yaitu alat penguji berlian yang menimbulkan suara "ngiiing.." bila ditempel pada berlian asli.

3. Pengujian dengan memeriksa berat jenis. Nilai berat jenis permata berlian asli akan mencapai 3,52.


Terdapat pula cara pengujian berlian dengan mata. Berlian memiliki indeks bias cahaya yang besar. Hal tersebut mengakibatkan berlian tidak tembus pandang. Letakkan berlian di atas koran, bila koran dapat terlihat melalui berlian (tembus pandang) maka berlian tersebut tidak asli. Bisa juga dilakukan uji miring berlian, pegang berlian dengan mendatar, kemudian miringkan, berlian asli akan berkilau dan bersinar. Berlian adalah intan yang sudah digosok. Intan adalah penghantar panas yang tinggi sehingga cepat menyesuaikan dengan temperatur sekelilingnya, pertama dipegang akan terasa dingin dan cepat menjadi panas bila terus dipegang.

Naaah...bagaimana Ibu-Ibu? ingin berinvestasi melalui berlian? Berlian yang aman untuk dijadikan investasi adalah berlian yang bersertifikat. Di Indonesia baru AGL, sebuah laboratorium berlian, yang menyediakan jasa pemeriksaan berlian serta pembuatan sertifikatnya.

Tidak usah masgul bagi ibu-ibu yang tidak bisa berinvestasi melalui berlian...kita selalu dapat berinvestasi melalui anak-anak kita...didik anak kita dengan baik sehingga menjadi anak yang sholeh dan sholehah... itu adalah investasi terbesar kita dunia akherat... Anak-anak kita adalah berlian berkilau kita...Betul ibu?  :)


sumber gambar-gambar berlian pada posting ini: agl.igp

Salam kemilau,
Salam Redaksi
**Eo...

Selasa, 06 Maret 2012

Pameran Pembangunan

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 4)

Balikpapan Fair 2012 yang berlangsung pada tanggal 28 Februari sampai dengan 4 Maret 2012 adalah salah satu agenda yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kota Balikpapan dalam rangka "Semarak Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan ke 115". Sebuah Pameran Pembangunan yang memamerkan berbagai "kekuatan" Balikpapan sebagai kota yang sedang pesat berkembang.

Untuk pertama kalinya Kanwil DJBC Kalbagtim ikut andil dalam Balikpapan Fair  ini dengan membuka satu stand. Stand kanwil DJBC Kalbagtim berisi tentang informasi seputar tugas fungsi Bea dan Cukai dan peran Bea Cukai Kalbagtim khususnya dalam pembangunan Kaltimsel.


Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono yang pada tanggal 01 Maret 2012 berada di Kota Balikpapan dalam rangka pertemuan dengan DWP Kanwil DJBC Kalbagtim tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi stand Bea Cukai tersebut.
Tampak dalam gambar di atas, Ibu Agung (tengah) berpose di depan Gedung Balikpapan Sport & Convention Center atau yang dikenal dengan Gedung Dome, didampingi Ibu Erna Oentarto, Ibu Edi Burman, Ibu Arman Sihombing dan Ibu Yuzmarisa.


Ibu Agung mengisi buku tamu stand Bea dan Cukai

Dengan aktif mengikuti pameran sejenis, diharapkan peran, tugas  dan fungsi Bea dan Cukai semakin dikenal oleh masyarakat, sehingga dapat menjalin lebih erat lagi kerja sama antara Bea dan Cukai dengan unsur masyarakat.

Salam semangat!
Salam Redaksi
**Eo##

Senin, 05 Maret 2012

POSTING SPESIAL :)

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 3)

"Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ibu-ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim yang saya cintai,

Alhamdulillah, saya senang sekali dengan adanya blog dari ibu-ibu  DWP DJBC  Kalbagtim... ini menunjukkan bahwa ibu-ibu bisa mengikuti perkembangan teknologi, dan semoga ini bisa dijadikan sarana untuk saling berbagi informasi... 
Saya secara pribadi sangat mendukung blog ini, semoga bisa dijadikan contoh untuk DWP Kanwil-Kanwil lainnya" 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. "

Demikian  Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Agung Kuswandono, saat menyampaikan kesan dan pesannya tentang Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.

Ibu Agung Kuswandodo saat menulis pesan dan kesannya langsung di halaman blog,
 didampingi Ibu Erna Oentarto

Pesan dan kesan itu beliau langsung tuliskan dalam halaman Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim pada saat kunjungan beliau ke DWP Kanwil DJBC Kalbagtim hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 yang lalu. Dukungan beliau memberi tambahan semangat bagi tim redaksi untuk terus "memelihara" blog ini sebagai perangkat berkomunikasi, berbagi informasi dan menyimpan dokumentasi-dokumentasi penting terkait kegiatan DWP.

Tampilan Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim masihlah sangat sederhana. Namun dalam kesederhanaan tersebut telah dicoba untuk mengekspresikan jati diri DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.
Cover adalah penting, tapi yang lebih penting adalah isi. Seindah apapun tampilan blog, tetap tidak mempunyai makna bila tidak ada isinya atau isi tidak menarik hati pembaca.


Pada dasarnya membuat blog tidaklah sulit, karena "pondasi" awal dapat diunduh dari berbagai situs konstruksi blog. Setelah konstruksi dasar terbentuk, langkah selanjutnya adalah memoles disain blog sehingga memberikan ciri khas yang perlu dan ingin ditampilkan. Ciri khas blog dapat ditampilkan melalui pilihan latar belakang judul blog, pilihan huruf, pilihan warna, background posting, maupun asesoris yang dapat berupa simbol-simbol maupun kalimat-kalimat. Dalam membuat posting diperlukan tim redaksi yang sedikit saja mempunyai bakat atau ketertarikan terhadap dunia tulis menulis atau jurnalistik. Blog akan tampak lebih indah dan informatif bila ditambahi pula dengan aneka foto sebagai  penunjang, dengan demikian kecermatan dalam pemilihan foto dan gambar juga diperlukan. Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini berisi posting yang sangat variatif, disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan tidak formal... Apapun bisa masuk dalam blog ini, blog adalah tempat berbagi. Dari kita, oleh kita, untuk kita.



Yang istimewa dari blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini adalah hari kelahirannya yang tanggal 04 November (launcing pertama pada tanggal 04 November 2011, oleh Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim, Bapak Oentarto Wibowo)). Tanggal 04 November ternyata juga tanggal kelahiran Ibu Agung Kuswandono. Sebuah kebetulan yang indah :)

Terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Ibu Agung Kuswandono, semoga blog ini dapat terus terpelihara... amiin...!

Salam semangat!
Salam Redaksi
**Eo##

Minggu, 04 Maret 2012

Penyerahan BEA SISWA

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 2)

Pada kunjungan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono ke Balikpapan pada hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 yang lalu bertepatan dengan agenda DWP Kanwil DJBC Kalbagtim memberikan santunan bea siswa kepada anak-anak karyawan golongan satu dan dua, PKD dan cleaning service. Pada kesempatan itu, Ibu Agung berkenan memberikan bantuan bea siswa tersebut secara simbolis.


Dalam laporannya, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto menyampaikan bahwa  bea siswa tersebut adalah per bulan dan disampaikan per semester. Jumlah total penerima bea siswa adalah 24 orang, yang terdiri dari anak TK (per bulan Rp. 30.000), SD (per bulan Rp. 40.000), SMP (per bulan Rp. 50.000) dan SMA (per bulan Rp. 60.000). Sumber anggaran bea siswa berasal dari donatur yang dikumpulkan menjelang pemberian bea siswa ditambah dengan uang kas. Pada kesempatan itu Ibu Erna Oentarto menyampaikan ide alternatif yaitu bahwa sumber anggaran agar dicoba tidak dikumpulkan secara dadakan melainkan dikumpulkan secara teratur setiap bulan dengan cara para ibu diberi kesempatan untuk "mengadopsi" anak melalui donatur setiap bulan. Misalnya seorang ibu berniat mengadopsi satu anak TK berarti setiap bulan ibu tersebut akan menitipkan Rp. 30.000 kepada pengurus. Tentu saja sumbangan ini sangat bersifat ikhlas dan sesuai dengan kekuatan masing-masing. Bagaimanapun, berinfak, bersodaqoh dan berzakat harus selalu diusahakan secara sadar oleh kita semua, karena pada dasarnya pada setiap hitungan harta kita, terdapat di dalamnya hak orang-orang yang memerlukannya.

"Semoga bermanfaat, nak.." demikian Ibu Agung Kuswandono, saat menyampaikan bea siswa kepada salah satu siswa SMA.

Semoga sumbangan yang diberikan bermanfaat, dan semoga para ibu-ibu lebih semangat lagi berzakat, infaq dan sodaqoh. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin.

Salam kasih sayang
redaksi **Eo,,

Kunjungan NOSTALGIA....

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, Part 1)

Hari Kamis, tanggal 01 Maret 2012 adalah hari istimewa bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur yang diketuai oleh Ibu Erna Oentarto, karena pada hari dan tanggal itu DWP DJBC Kalbagtim kedatangan tamu "agung", yaitu Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Hajjah Agung Kuswandono.


Ibu Hj. Agung Kuswandono (tengah) sesaat sebelum memberikan pengarahan.

Setelah Ibu Erna Oentarto menyampaikan laporan seputar kegiatan DWP DJBC Kalbagtim, Ibu Agung Kuswandono memberikan pengarahannya. Dalam pengarahan tersebut dikatakan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah selain silaturahim, saling mengenal lebih dekat dan pembinaan, dimaksudkan juga untuk bernostalgia. Mengapa bernostalgia? Karena ternyata, Balikpapan pernah menjadi tempat tugas Bapak Agung Kuswandono sekitar sepuluh tahun yang lalu. Oleh sebab itu, pada kesempatan kunjungan ini Ibu Agung juga ingin menikmati kembali suasana, tempat, kuliner dan hal mengesankan lainnya yang dulu pernah dirasakan, termasuk bertemu dengan teman-teman pada masa itu.


Kesan ibu Agung, Balikpapan sungguh terlihat pesat kemajuannya. Banyak hal yang telah berubah dan berkembang bila dibanding sepuluh tahun yang lalu. Perubahan yang mengesankan.


Kepada para pengurus dan anggota DWP DJBC Kalbagtim, ibu Agung berpesan agar kegiatan rutin yang telah dilakukan selama ini, yaitu arisan, pembinaan dan memanggil berbagai nara sumber perlu diteruskan dan terus dikembangkan, karena kegiatan tersebut adalah kegiatan positif yang dapat menambah pengetahuan maupun jejaring silaturahim.



Agar kunjungan nostalgia ini semakin lengkap, DWP DJBC Kalbagtim menyampaikan sovenir Kalimantan berupa taplak dari rangkaian manik-manik. Taplak yang unik dan sangat khas ini semoga menjadi kenangan yang indah dari Balikpapan.



Kemudian, sebagai tanda kunjungan istimewa ini, Ibu Agung juga berkenan memilih salah satu corak batik hijau yang menjadi "kostum kebersamaan" DWP DJBC Kalbagtim saat berkegiatan di Kantor Wilayah. Semoga Ibu Agung berkenan mengenakannya. Dan semoga batik hijau menjadi pengingat kunjungan nostalgia :)



Di akhir kegiatan, Ibu Agung menyempatkan berfoto bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Bapak Oentarto Wibowo. Tampak dalam gambar di atas, dari kanan ke kiri: Ibu Edi Burman (Ketua DWP Kantor Pelayanan Balikpapan), Ibu Agung Kuswandono (Ketua DWP DJBC), Bapak Oentarto Wibowo (Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim), Ibu Erna Oentarto (Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim), dan ibu Yusmariza (Ketua DWP Kepatuhan Internal DJBC).

Ibu Agung Kuswandono berfoto bersama Kepala Kanwil dan Kabag Umum Kanwil DJBC Kalbagtim, dan segenap pengurus dan anggota DWP DJBC Kalbagtim.


Salam hangat Redaksi
**Eo++



Selasa, 28 Februari 2012

Mengenal Batik Pesisiran

Cantik...
Menarik...
Unik...
Itulah batik....

Semakin kita berusaha mengenal aneka budaya nusantara, semakin kita terkagum-kagum akan kekayaan ragamnya. Meski kita bermukim di salah satu pulau di Indonesia, tak menutup kemungkinan untuk kita menghargai dan mencintai produk seni budaya dari pulau lain karena pada hakekatnya yang beragam itu adalah satu, Bhinneka Tunggal Ika.

Sekali ini marilah kita mengenal lebih dekat batik pesisiran.

Di Pulau Jawa, orang mengenal Batik Yogyakarta dan Batik Surakarta, selebihnya adalah Batik Pesisiran yang berarti adalah batik yang berasal dari pesisir pantai sepanjang Pulau Jawa yaitu Pekalongan, Cirebon, Lasem, termasuk Madura dan lain sebagainya.
Yang unik dari Batik Pesisiran ini adalah corak dan warnanya yang sangat atraktif yang dipengaruhi oleh budaya Hindu, Budha dan Islam. Bagi penyuka warna "gonjreng" Batik Pesisiran adalah pilihan yang tepat. Warna menarik itu diperoleh dari proses pewarnaan alami. Warna merah misalnya, diperoleh dari sari kulit akar mengkudu. Warna biru dari pohon nila. Warna coklat dari kulit pohon jambal.

Untuk memberi kesempatan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim agar tidak hanya melihat dari jauh namun juga dapat menyentuh, memiliki dan mengenakan busana Batik Pesisiran, maka Bidang Usaha menyediakan produk Batik Pesisiran dengan harga terjangkau.


Sebagian produk Batik Pesisiran koleksi DWP Kanwil DJBC 
Kalbagtim yang dapat menjadi milik anda dengan menghubungi Bidang Usaha :)



Tampak pada gambar, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto, mengenakan Batik Pesisiran yang berasal dari daerah Lasem. Apabila dicermati, selain motif flora terselip juga sinografi huruf Cina yang mempunyai arti "Manusia berusaha, Tuhan menentukan". Sebuah karya yang tidak hanya apik tetapi juga sarat makna.

Mari semakin cinta produk Indonesia!

Salam Redaksi
**Eo'==

Rabu, 01 Februari 2012

Selalu Berdoa Untukmu.....

"Berbagai cara dilakukan pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu untuk dapat meloloskan barang haram yang dibawanya...namun upaya penyelundupan sabu senilai Rp 400 juta dari Malaysia ke Kaltim berhasil digagalkan Ditjen Bea dan Cukai Kantor Wilayah Kalbagtim" ....demikian harian Tribun Kaltim memberitakan.


Membaca berita tentang hal tersebut di beberapa harian Kaltim beberapa saat yang lalu, membuat perasaan kita bercampur aduk antara prihatin mengapa selalu masih ada saja oknum yang tega melakukan penyelundupan barang-barang haram dan sangat merusak itu di negeri kita tercinta ini, dan terbit juga rasa bangga kepada para aparat Bea dan Cukai di mana para suami tercinta kita menjadi bagian di dalamnya, yang telah selalu berusaha keras menggagalkan aneka penyelundupan dengan segala daya upaya.

Hal tersebut membuat kita semakin sadar bahwa tugas yang diemban oleh para suami kita khususnya dan pegawai Bea dan Cukai pada umumnya, bukanlah tugas yang ringan, melainkan sungguh berat, beresiko dan penuh tantangan...



Untuk itu, marilah kita selalu khusyuk mendoakan agar tugas-tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, lancar, aman dan selamat.

"Ya Allah...tiada tempat berlindung kami kecuali kepada-Mu...
Tiada tempat kami bermohon keselamatan dan kelancaran kecuali kepada-Mu
Engkau tempat kami meminta pertolongan...
Engkau tempat kami memperoleh kekuatan...
Jaga dan beri kekuatan lahir batin kepada suami kami...
Dalam menjalankan tugas kewajiban sebagai anak negeri...
Jadikan pula, segala pengabdian itu sebagai ibadah
Dalam rangka memperoleh ridho-Mu...
Amiin"

Selamat juga kami ucapkan kepada Kanwil DJBC Kalbagtim atas predikat "Kanwil terbaik dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2011", semoga prestasi ini sebagai pemicu prestasi-prestasi berikutnya di masa yang akan datang.


Bravo!
Salam Redaksi..
*Eo

Jumat, 30 Desember 2011

TAHUN BARU 2012


SEGENAP KELUARGA BESAR DHARMA WANITA PERSATUAN
KANWIL DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR
MENGUCAPKAN
SELAMAT TAHUN BARU 2012
MARI SELALU BERFIKIR POSITIF
MEMANDANG KE DEPAN
UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH




Rabu, 28 Desember 2011

Manik-manik cantik...

Siapa tak tertarik dengan kemeriahan warna-warni dan keunikan kerajinan manik-manik yang menjadi salah satu ciri khas sovenir Kalimantan Bagian Timur?
Paduan warna yang kontras, dengan motif khasnya dan terutama cara membuatnya yang memerlukan ketrampilan dan ketelitian..maka sudah sepantasnya bila hasil karya para pengrajin handmade ini mendapat acungan jempol ....


Manik-manik adalah benda yang relatif kecil, berlobang di tengahnya sebagai tempat benang atau tali, yang kemudian dirangkai menjadi untaian indah yang dapat berbentuk dompet, tas, topi, ikat pinggang, tempat pensil, gantungan kunci bahkan baju...



DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mendorong generasi muda agar mau mempelajari cara merangkai manik-manik ini, sehingga kerajinan budaya yang menjadi salah satu kekayaan bangsa kita Indonesia tidak hilang begitu saja karena karena terhentinya penerus yang menekuni bidang ini...
Sebagai upaya menghargai dan menyampaikan kekaguman, maka background judul Blog DWP ini adalah  kerajinan manik-manik yang menjadi ciri khas Kalimantan Bagian Timur ini...
Mari kita jaga bersama...dan kita lestarikan..

Manik-manik adalah indah...
...dan setiap butirnya adalah karya seni...

Salam kreasi,
Salam Redaksi

**eO

SELAMAT HARI IBU 2011

Ibu...
Kasih ikhlasmu selalu terpancar...
Doa beruntunmu tak pernah henti terluncur...
Cinta tulusmu adalah penguat..
Pengorbananmu tak terbalaskan..
Kau adalah pejuang sejati...
Tanamkan nilai agama, moral, etika dan budaya...
Surga kami ditelapakmu...
Ibu..kau tak terganti...






Sekapur sirih dari Ibu Ketua:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ibu-ibu pengurus dan anggota serta segenap keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim yang saya banggakan,
Dalam kesempatan ini, sehubungan dengan Peringatan hari Ibu ke-81 tahun 2011 saya mengajak para ibu untuk terus mengambil peran penting sebagai pendidik, pengasuh anak-anak, pendamping dan partner suami dalam membangun keluarga sakinah, mawadah warahmah  dalam lingkungan keluarga kecil kita maupun berkiprah  di masyarakat luas.

Seiring dengan tema Peringatan Hari Ibu, yaitu "Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki Dalam Pembangunan Nasional" maka mengandung syiar bahwa hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki adalah sama dalam pembangunan bangsa, sesuai dengan karakter dan kodrat masing-masing. Presiden RI dalam sambutannya pada Peringatan Hari Ibu tahun 2011 di TMII Jakarta menyerukan bahwa perempuan dan laki-laki adalah tak ada diskiriminasi, semua penting dan harus berperan dan terus melanjutkan perannya....

Mengapa tanggal 22 Desember?
Tanggal 22 Desember 1928 adalah momen dilaksanakannya Konggres Perempuan Indonesia, di Yogyakarta. Kemudian konggres yang sama dilaksanakan pada tanggal tersebut setiap tahunnya. Momen itu adalah tonggak  keterlibatan perempuan dalam berbagai kancah, termasuk sampai pada kancah politik..
Berperan di bidang apapun, perempuan Indonesia selalu diharapkan peran aktif dan kontribusinya untuk bangsa dan negara.

Ibu-ibu..
Selamat berjuang dan terus berjuang...
wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam,
Ketua DWP BC Kalbagtim

Erna Oentarto

Demo Memasak


Pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 16 Desember 2011 dilaksanakan di gedung pertemuan Kantor Pelayanan (KPPBC) Balikpanan. Selain diisi dengan kegiatan rutin arisan, pertemuan kali ini juga diisi dengan acara demo memasak aneka kue.

Tampak dalam  gambar Wakil Ketua DWP (Ibu Nani Edi Burman-ketiga dari kanan) bersama sebagian dari ibu pengurus dan anggota yang hadir berpose bersama Bapak pendemo-nya.

Ayo ibu-ibu yang mempunyai resep makanan favorit, mari berbagi pengetahuan dan pengalaman...

Salam Redaksi
*e0+

Jumat, 16 Desember 2011

Ulang Tahun Ke 12 DWP Tahun 2011

Sambutan Ketua DWP DJBC Kalbagtim


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Yang saya hormati Bapak Penasehat, Para Ibu Pengurus dan Para Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur.

Puji syukur, Alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala bentuk nikmat yang dilimpahkan kepada kita.
Pada tanggal 7 Desember 2011, organisasi Dharma Wanita Persatuan genap berusia 12 tahun. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke 12 DWP ini marilah kita mengkaji langkah-langkah dan kiprah yang telah kita lakukan selama ini dan sekaligus mematangkan perencanaan kegiatan di masa yang akan datang sehingga organisasi Dharma Wanita Persatuan  dapat berperan aktif dalam mempersatukan istri-istri PNS, meningkatkan kualitas SDM anggotanya agar mumpuni sebagai pendamping PNS sekaligus sebagai pelaku aktif kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ulang tahun DWP ke 12 tahun 2011 ini mengusung tema "Pengembangan Aliansi Strategis DWP dengan Mitra Kerja Pemerintah dan swasta untuk suksesnya pembangunan berkelanjutan"
Maksud dari tema tersebut adalah bahwa organisasi DWP didorong untuk berpartisipasi, berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak secara harmonis, baik dalam pelaksaaan program pemerintah maupun swasta. DWP harus dapat berada di garis depan dan  memberikan inspirasi melalui gerakan-gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga masyarakat adil makmur sejahtera yang kita dambakan dapat terwujud secara nyata.

Ibu-Ibu pengurus dan anggota yang saya sayangi,
Dalam berkiprah di kegiatan sosial kemasyarakatan tidak harus melalui kegiatan yang besar dan berbiaya tinggi. Kita dapat berperan aktif melalui hal-hal sederhana. Sebagai misal saling menularkan ilmu memasak melalui demo masak bersama, menggerakkan pengajian memperdalam ilmu keagamaan, menggalang bantuan-bantuan untuk anak yatim piatu, atau berbagi informasi kesehatan melalui tulisan yang dimuat di blog, dan lain sebagainya. Hal-hal kecil yang positif tersebut apabila dilakukan dengan niat baik, tulus dan ikhlas, Insya Allah memberikan berkah.

Marilah kita berjuang sesuai dengan porsi dan kekuatan kita.
Mari kita berkiprah dengan tulus dan ikhlas.
Dirgahayu Dharma Wanita Persatuan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim


Erna Oentarto Wibowo




Selasa, 13 Desember 2011

Pulau Kembang, Barito....


"Selamat datang di Hutan Wisata Alam" demikian sapaan spanduk yang disiapkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan untuk menyambut tamu yang mengunjungi Pulau Kembang. Pulau Kembang merupakan sebuah delta, dengan luas kurang lebih 60 Ha yang berada di tengah sungai Barito, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Menurut cerita rakyat yang berkembang, pulau ini berasal dari kapal Inggris yang dihancurkan oleh orang Biaju, atas perintah Sultan Banjar, pada tahun 1750-an. Puing-puing kapal lambat laun berubah menjadi pulau dan monyet-monyet itu adalah makhluk halus yang menyamar... (seram juga ya...)
Karena keunikan pulau itu, ada sebagian masyarakat mejadikannya sebagai tempat bernazar, mereka mendatangi pulau itu dengan membawa sesajen...


Monyet yang menghuni pulau itu berjumlah ribuan, dan cukup jinak meskipun ada juga yang nakal dan usil. Monyet-monyet itu sering menyambar apa saja yang dibawa oleh para pengunjung, mulai dari makanan, minuman, buah-buahan, bahkan tas dan kacamata. Para pengunjung harap waspada agar tidak menjadi korban kejahilan mereka.


Agar kunjungan anda semakin seru, sebaiknya mengadakan persiapan secukupnya untuk menghadapi para monyet tersebut, misalnya:
* membekali diri dengan makanan ringan seperti kacang kulit atau pisang yang dapat anda beli di Pasar Apung di dekat pulau tersebut.
* amankan barang bawaan anda seperti tas, topi dan kacamata. Meletakkan barang bawaan anda begitu saja di perahu klotok  belum menjamin keamanannya karena para monyet itu hobi juga menyerbu klotok dan menjarah segala barang yang ada.


Tiket masuk ke Pulau Kembang cukup murah, yaitu Rp. 2.500 per orang. Sedangkan untuk menuju pulau tersebut, dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam dari kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu klotok yang dapat disewa dengan harga kurang lebih Rp. 200.000 per jam atau sesuai kepandaian anda menawar :)

Bagaimana Ibu-Ibu? tertarik berwisata di Pulau Kembang?
Kami tunggu cerita serunya....

Selamat Berwisata!

Salam Redaksi
*Eo--

Sabtu, 10 Desember 2011

Pesona Seputar Kalimantan Timur

Oleh: Sri Indriyati Taryono
(Ketua DWP KPPBC Banjarmasin)




Kalimantan Timur merupakan bagian dari Pulau Kalimantan, salah satu pulau di Indonesia, yang memiliki pesona luar biasa. Dalam wilayahnya diantaranya terdapat Pulau Derawan yang terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Hamparan pasir putih di Pulau ini  terlihat seperti butiran kristal, aroma kesejukan lautnya terasa begitu menawan hati. Maka tidak salah jika kita begitu bangga untuk berkata pada dunia bahwa "Pulau Derawan ada di Indonesia!" Di sini terkenal dengan wisata selam dan taman laut yang penuh pesona dan sangat menakjupkan tentunya. Terdapat biota laut seperti cumi-cumi, lobster, ikan pipa, gurita, kuda laut dan penyu tentunya. Terumbu karang di aerah ini juga tak kalah indahnya, sehingga banyak wisatawan mancanegara sering berkunjung ke Pulau Derawan ini untuk menikmati keindahan bawah lautnya.

Kepulauan Derawan memiliki tiga Kecamatan, yaitu Pulau Derawan, Maratua dan Biduk Biduk. Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki dan Kakaban. Pulau Kakaban dikenal dengan satwa uniknya yaitu penyu hijau dan penyu sisik. Satwa langka ini ini yang perlu kita jaga bersama, agar terhindar dari kepunahan.

Kegiatan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian Pulau Maratua dan Derawan sebab sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pulau-pulau ini kaya akan hasil laut khususnya ikan pelagis dan ikan karang.

Dengan semakin meningkatnya kegiatan manusia di daerah Kepulauan Derawan ini maka perlu pula adanya peningkatan dalam menjaga keindahan dan keseimbangan alam yang ada, sehingga keindahan dan keseimbangan  ekosistem seluruh makhluk hidup yang memang sudah berada di sana akan terus terjaga, agar anak cucu kita dapat terus merasakannya. ***


Catatan Redaksi

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC mengucapkan terimakasih kepada Ibu  Taryono yang telah mengirimkan artikelnya. Redaksi menunggu artikel Ibu berikutnya. Bagi pengurus, anggota dan simpatisan DWP yang ingin mengirimkan tulisan ke Blog DWP ini dapat menghubungi Pengurus DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.

Selamat berkarya dan berbagi ilmu maupun pengalaman... :)

Selasa, 06 Desember 2011

Resep Bahari: Kepiting Lada Hitam


Sebagai bagian dari pulau yang di kelilingi lautan, Kalimantan Bagian Timur sudah barang tentu kaya akan hasil laut, termasuk aneka ikan, kepiting, cumi-cumi dan lain sebagainya yang dapat "disulap" menjadi kuliner seafood yang lezat :)

Pada posting kali ini, Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim berbagi menu KEPITING LADA HITAM

Bahan-bahan:

* 2 ekor kepiting, potong-potong sesuai selera
* 5 siung bawang merah, cincang
* 6 cm jahe, cincang
* 2 buah bawang bombay, cincang
* 3 sendok makan saus tiram
* 1 sendok teh kecap asin
* 1 sendok makan wijen
* 4 sendok makan madu
* 2 butir telor, kocok
* 2 sendok makan lada hitam, memarkan
* 1 batang daun bawang, iris-iris
* minyak goreng secukupnya


Cara memasak:

* Goreng kepiting dalam minyak panas, sampai berubah warna, angkat dan tiriskan.
* Tumis bawang putih, bawang bombay, minyak wijen dan jahe sampai harum, kemudian masukkan kepiting, tambahkan saus tiram, kecap asin, dan madu, aduk sampai rata sehingga bumbu meresap.
* masukkan kocokan telur agar memberi nuansa kental, aduk rata, tambahkan lada hitam dan irisan daun bawang, sekali lagi aduk sampai rata, kemudian angkat.

Kepiting lada hitam yang lezat menggugah selera siap dihidangkan untuk disantap...
Mudah kan, bu? Selamat memasak untuk keluarga tercinta...



Salam Redaksi
**Eo