Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Selamat Hari Batik Nasional

Sambutan Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim pada Hari Batik Nasional

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yang saya sayangi dan banggakan Ibu-Ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian  Timur.
Hari ini, tanggal 2 Oktober 2012 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Hari Batik Nasional. Pemerintah RI melalui Keputusan Presiden Nomor 33 tahun 2009 tertanggal 17 November 2009 menetapkan tanggal 2 Oktober 2012 sebagai Hari Batik Nasional. Tanggal 2 Oktober dipilih karena pada tanggal itulah UNESCO, Badan PBB yang membidangi pendidikan,  ilmu pengetahuan dan kebudayaan mengakui batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang lahir dari bumi Indonesia, dan memasukkan batik ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

Kalau dunia sudah mengakui bahwa batik lahir di bumi pertiwi ini, maka kita sebagai bangsa Indonesia sudah semestinya merasa bangga dan mengekspresikan kebanggaan itu dengan cara menghargai batik itu sendiri, memelihara keberadaannya, memperdalam pengetahuan tentang batik dan menularkanya ke generasi penerus kita, dan melindungi dari kelangkaan.

Di hari Batik Nasional ini saya menghimbau kepara para ibu untuk mengajak anggota keluarga, sanak saudara dan kolega untuk mengenakan batik. Batik yang dikenakan pada momen dan dengan gaya yang pas akan makin memancarkan keelokannya.

Mari hargai, lindungi dan lestarikan budaya negeri Indonesia...
Wassalam Wr. Wb.

Hj. Erna Oentarto
Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.

(catatan redaksi: batik yang dikenakan oleh Bapak Pembina dan Ibu Ketua adalah sarimbit batik tulis lasem dengan motif negotiating birds)


Selasa, 21 Agustus 2012

Tradisi menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri di berbagai negara



Berbeda negara, berbeda budaya, tentu memiliki perbedaan tradisi pula. Meski sama-sama menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, namun setiap negara yang memiliki penduduk muslim kebiasaan mereka tersendiri dalam merayakan hari raya umat Islam ini. Di Pakistan selain masakan mereka juga menyiapkan manisan-manisan spesial untuk dimakan bersama. Di Mesir, para pria juga biasanya memberikan hadiah bagi wanita yang ia cintai, termasuk ibu, istri, anak dan saudara mereka. 
Setiap negara muslim di seluruh dunia memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan lebaran. Dalam merayakan hari yang istimewa ini, setiap negara muslim di seluruh dunia tentunya memiliki ragam tradisi tradisi yang berbeda dan menjadi keunikan tersendiri.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi khas lebaran di berbagai belahan dunia:
Suriname
Negara ini bisa dikata memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan Belanda.  Tradisi ied mubarok (lebaran) di negara ini bisa dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.
Arab Saudi
Masyarakat di Arab Saudi, memiliki kebiasaan untuk mendekorasi ulang rumah mereka takala Idul Fitri tiba. Selain itu, sejumlah perayaan juga digelar untuk menyambut datangnya hari kemenangan. Sebagai bentuk tanda syukur, aneka macam hadiah dibagikan, dimana orang yang lebih tua memberikan hadiah kepada mereka yang lebih muda. Masyarakat Muslim di Saudi Arabia juga kerap membagi-bagikan permen, coklat dan mainan bagi anak-anak. Bahkan para pedagang permen dan coklat di negara tersebut sering memberi bonus bagi pembelinya Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional sehabis menjalankan ibadah salat id di pagi hari.
Turki
Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Bayram, yang ditandai dengan silaturahmi, mengenakan baju baru dan saling mengunjungi selama tiga hari berturut-turut. Masyarakat Turki juga mengenal tradisi sungkeman, yang dilakukan oleh kalangan muda untuk menghormati orang tua dengan memberikan kecupan sambil mengucap doa lebaran.
Nigeria
Umat Islam di Nigeria merayakan Idul Fitri dengan sebutan 'Barka da Sallah' yang secara artian sama dengan 'Salam Sejahtera di Hari Raya' untuk saling menyapa diantara kaum muslim.  Saat perayaan lebaran, Nigeria menetapkan hari raya ini sebagai salah satu hari libur nasional selama dua hari berturut-turut yang ditandai dengan banyak keluarga muslim yang pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mengunjungi keluarga dan kerabat.
China
Dengan lebih dari satu miliar penduduk, China memiliki 56 suku atau masyarakat etnis yang resmi diakui oleh negara dengan 10 diantaranya menganut ajaran agama Islam. Kaum muslim di China yang jumlahnya sekitar 48 juta jiwa, merayakan lebaran secara meriah, dimana kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tertutup.
Malaysia
Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga, bisa dikatakan hampir mirip atau tidak jauh berbeda dari masyarakat Indonesia. Untuk hidangan lebaran, masyarakat Malaysia menyajikan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.
Australia
Meski negara non-Muslim, umat Islam di Australia mendapat kebebasan untuk menjalankan agama mereka dengan fasilitas libur khusus bagi pegawai beragama Islam untuk mengambil cuti. Bahkan, tradisi Idul Fitri di Australia di meriahkan dengan festival multi kultur di kota Sydney yang melibatkan ribuan kaum Muslim dan non-Muslim.
Afrika Selatan
Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat sambil berbuka puasa. Setelah maghrib, biasanya diumumkan tentang datangnya hari raya lebaran dan masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan shalat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara.
India
Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.
Fiji
Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri. Hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id.
Amerika Serikat
Seperti dikutip dari laman VOA, komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (e-mail). Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya. Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum kerabat
Iran
Meski termasuk negara Islam yang cukup besar, perayaan Idul Fitri di negara ini tidak semeriah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kaum muslim di Iran kebanyakan pengikut ajaran Syiah, yang lebih memilih Idul Fitri sebagai perayaan personal sehingga kurang semarak. Setelah selesai menjalankan shalat berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, perayaan biasanya dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga yang diselingi dengan pemberian makanan atau uang dari keluarga kaya untuk masyarakat yang tidak berpunya.
Namun, meski berbeda-beda semua umat muslim di dunia ini memiliki kebiasaan yang sama. Mereka selalu berkumpul bersama keluarga setelah melaksanakan Sholat Ied di masjid setempat dan saling bermaaf-maafan.

***EDA***
 (Info foto: Masjid Islamic Centre, Samarinda, hasil jepretan Bpk. Oentarto Wibowo)

Kamis, 15 Maret 2012

Pernik Kehidupan Nyata

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 14)

Pernik Kehidupan Nyata

Menyimak kehidupan nelayan di pinggiran anak sungai dan juga di pesisir pantai...
Seringkali terasa menyesakkan dada...
Kesederhanaan, serba keterbatasan, keterbelakangan...
Mengakrabi keseharian tanpa ada pilihan...

Namun barangkali....
Ketabahan dan keikhlasan mereka jauh melampaui yang kita punya...
Wajah "menerima" mereka membuat trenyuh...
Menjadikan kita malu....
Seolah melempar tanya:
"Sudahkah kau ingat syukur?"...

Ya Allah,
Beri mereka peningkatan hidup ke arah kelayakan..
Entaskan dari himpitan kekurangan..
Makmur sejahterakan...
Amiin...











Mari berinstropeksi...
Sudahkah kita memberi?
Ataukah kita hanya mengeksploitasi?
Datang dan pergi tanpa meninggalkan arti?

Salam redaksi,
Salam prihatin untuk sebagian anak negeri yang masih hidup di bawah garis kemiskinan...

*Eo...

Minggu, 11 Maret 2012

Ekspresi Penghuni Pulau Kembang

(Kunjungan Ketua DJBC, part 12)

Mengulas tentang Pulau Kembang, sejarah, legenda dan "penghuni"nya-pun telah pernah menjadi salah satu posting Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini.

Ibu Agung Kuswandono dan Ibu Erna Oentarto berpose di "ruang kemudi" kelotok :)

Untuk kesempatan kali ini, pada saat Redaksi Blog bersama Ibu Ketua DWP DJBC meninjau salah satu aset wisata Kalimantan ini, Redaksi mengajak untuk nikmati saja aneka ekspresi penghuni Pulau Kembang, Kalimantan Selatan, dari dalam kelotok, diantaranya.........









Salam ekspresif!  :)
Salam Redaksi
++eO##

Bisnis Terapung

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 11)

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah pernah mengulas tentang kegiatan unik masyarakat Kalimantan Selatan yaitu kegiatan bisnis di Pasar Terapung.


Meskipun demikian,  pada kesempatan bersama dengan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, melihat dari dekat transaksi khas di Pasar Apung tersebut pada hari Sabtu, 02 Maret 2012 yang lalu, Redaksi tetap bergairah dengan mendokumentasikan keunikan kegiatan tersebut melalui kamera...









Hidup adalah perjuangan..
Agar mudah dalam berjuang...
Maka berkawan dengan alam adalah pilihan bijak... :)

Salam redaksi
**EO##

Sabtu, 10 Maret 2012

Yang abadi dari Martapura: Batu Mulia...

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 8)

Betulkah batu mulia adalah hadiah abadi? tentu saja, karena batu mulia itu awet, kecuali hadiah itu akhirnya ketlisut, nyelip atau hilang  :)

Batu mulia pada dasarnya adalah turunan dari batu-batu permata yang sudah diasah dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan, sehingga semakin terlihat keindahan pancaran cahayanya...

Martapura, adalah salah satu sentra bisnis batu mulia yang masyhur milik Kalimantan Selatan. Tak terhitung berapa jumlah turis domestik dan manca negara, pedagang maupun kolektor yang bertransaksi batu mulia di Martapura ini.


Pada saat berkunjung ke DWP KPPBC Banjarmasin tanggal 02 Maret 2012 , Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono juga mengunjungi Pasar Batu Mulia Martapura untuk melihat dari dekat geliat ekonomi masyarakat Marapura dalam bertarnsaksi batu mulia.


Begitu banyak ragam batu mulia yang dipamerkan dan ditawarkan di sana, mulai dari batu-batu alam yang telah disulap menjadi perhiasan semacam kalung, gelang dan cincin, dari garapan yang sederhana, sampai pada batu-batu mulia langka yang telah digarap dan dikombinasikan dengan kemasan bentuk yang sangat apik sehingga berharga sangat selangit...


Aslikah batu mulia kita?
Sebagai pemakai ataupun sekedar pengagum batu mulia yang cerdas, kita perlu mengenal dengan lebih baik batu mulia.
Batu mulia mempunyai skala kekerasan yang biasa disebut dengan skala MOHS dengan jenjang skala1-10, yaitu sifat fisik batu yang dipengaruhi oleh tata letak intern atom. Intan, berskala 10 MOHS adalah batu yang paling tinggi tingkat kekerasannya, sehingga digunakan sebagai mata bor yang dapat menembus batu cadas terkeras di dalam bumi.

Berdasar penelitian mineral, terdapat pengelompokan batu mulia yang umumnya dijadikan perhiasan:
1. Batu permata kelas pertama, dengan nilai kekerasan antara 8-10 skala MOHS adalah diamond, ruby, safir, topaz chrysoberyl cubic zirconia.
2. Batu permata kelas dua dengan nilai kekerasan 7-8 skala MOHS: beryl, zircon, zamrud, aquamarine, ametyst, garnet, spinel, quartz.
3. Batu permata kelas tiga, dengan tingkat kekerasan 7 skala MOHS: lapiz lazuli, citrin, tourqiz.
4. Batu mulia kelas empat dengan 4-7 skala MOHS: opal
5. Batu kelas lima dengan tampilan agak keruh, tidak tembus cahaya, contohnya adalah batu marmer dan batu akik.






Fenomena menarik lainnya sehubungan dengan batu mulia, terdapat kepercayaan yang dipegang oleh sekelompok masyarakat tertentu yang meyakini bahwa sifat batu cincin cocok  dengan sifat manusia berdasar zodiaknya. Mau tahu batu mulia apa yang cocok untuk anda?

* capricorn: garnet dan ruby.
*aquarius:  garnet, moos agate (akik lumut), opal, ametyst (kecubung), turquoise (pirus), hyacinth.
* pisces: amethyst (kecubung), rock crystal, sapphire, bloodstone, aquamarine.
* aries: bloodstone, diamond (intan), jasper (hati ayam).
* taurus: sapphire, amber, turquoise (pirus), blood coral, emerald (zamrud), aventurine, diamond (intan)
* gemini: agate (akik), pearl (mutiara), chrysoprase, tiger eye (mata macan), emerald (zamrud).
* cancer: emerald (zamrud), pearl (mutiara), ruby (mirah), moonstonem agate (akik), chalcedony.
* leo: tourmaline, sardonyx, onyx, rock crystal, peridot, amber.
* virgo: pink jasper (hati ayam pink), jade (giok), carnelian, sapphire, citrine, sardonyx.
* libra: opal, lapiz lazuli, peridot, sapphire, chrysolite, sardonyx.
* scorpio: aquamarine, topaz, garnet, ruby (mirah), aquamarine, beryl.
* sagitarius: sapphire, topaz, amethyst, (kecubung), turquoise (pirus), pearl.

Nah, bagaimana pendapat dan kesan anda tentang batu permata?  :)

Salam kilau,
Salam Redaksi: ## eo...

(ring photos: from some sources at google)

Selasa, 28 Februari 2012

Mengenal Batik Pesisiran

Cantik...
Menarik...
Unik...
Itulah batik....

Semakin kita berusaha mengenal aneka budaya nusantara, semakin kita terkagum-kagum akan kekayaan ragamnya. Meski kita bermukim di salah satu pulau di Indonesia, tak menutup kemungkinan untuk kita menghargai dan mencintai produk seni budaya dari pulau lain karena pada hakekatnya yang beragam itu adalah satu, Bhinneka Tunggal Ika.

Sekali ini marilah kita mengenal lebih dekat batik pesisiran.

Di Pulau Jawa, orang mengenal Batik Yogyakarta dan Batik Surakarta, selebihnya adalah Batik Pesisiran yang berarti adalah batik yang berasal dari pesisir pantai sepanjang Pulau Jawa yaitu Pekalongan, Cirebon, Lasem, termasuk Madura dan lain sebagainya.
Yang unik dari Batik Pesisiran ini adalah corak dan warnanya yang sangat atraktif yang dipengaruhi oleh budaya Hindu, Budha dan Islam. Bagi penyuka warna "gonjreng" Batik Pesisiran adalah pilihan yang tepat. Warna menarik itu diperoleh dari proses pewarnaan alami. Warna merah misalnya, diperoleh dari sari kulit akar mengkudu. Warna biru dari pohon nila. Warna coklat dari kulit pohon jambal.

Untuk memberi kesempatan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim agar tidak hanya melihat dari jauh namun juga dapat menyentuh, memiliki dan mengenakan busana Batik Pesisiran, maka Bidang Usaha menyediakan produk Batik Pesisiran dengan harga terjangkau.


Sebagian produk Batik Pesisiran koleksi DWP Kanwil DJBC 
Kalbagtim yang dapat menjadi milik anda dengan menghubungi Bidang Usaha :)



Tampak pada gambar, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto, mengenakan Batik Pesisiran yang berasal dari daerah Lasem. Apabila dicermati, selain motif flora terselip juga sinografi huruf Cina yang mempunyai arti "Manusia berusaha, Tuhan menentukan". Sebuah karya yang tidak hanya apik tetapi juga sarat makna.

Mari semakin cinta produk Indonesia!

Salam Redaksi
**Eo'==

Rabu, 28 Desember 2011

Manik-manik cantik...

Siapa tak tertarik dengan kemeriahan warna-warni dan keunikan kerajinan manik-manik yang menjadi salah satu ciri khas sovenir Kalimantan Bagian Timur?
Paduan warna yang kontras, dengan motif khasnya dan terutama cara membuatnya yang memerlukan ketrampilan dan ketelitian..maka sudah sepantasnya bila hasil karya para pengrajin handmade ini mendapat acungan jempol ....


Manik-manik adalah benda yang relatif kecil, berlobang di tengahnya sebagai tempat benang atau tali, yang kemudian dirangkai menjadi untaian indah yang dapat berbentuk dompet, tas, topi, ikat pinggang, tempat pensil, gantungan kunci bahkan baju...



DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mendorong generasi muda agar mau mempelajari cara merangkai manik-manik ini, sehingga kerajinan budaya yang menjadi salah satu kekayaan bangsa kita Indonesia tidak hilang begitu saja karena karena terhentinya penerus yang menekuni bidang ini...
Sebagai upaya menghargai dan menyampaikan kekaguman, maka background judul Blog DWP ini adalah  kerajinan manik-manik yang menjadi ciri khas Kalimantan Bagian Timur ini...
Mari kita jaga bersama...dan kita lestarikan..

Manik-manik adalah indah...
...dan setiap butirnya adalah karya seni...

Salam kreasi,
Salam Redaksi

**eO

Kamis, 01 Desember 2011

Sasirangan....

Keanekaragaman kain tradisional Nusantara sungguh mengagumkan. Kalau Solo terkenal akan batiknya, maka Kalimantan Selatan mempunyai andalan sandang khasnya: sasirangan...


Sasirangan berasal dari kata sirang yaitu bahasa lokal, yang artinya diikat atau dijahit dengan cara tertentu. Sedangkan menurut sejarah, kain sasirangan dulu digunakan untuk ikat kepala (laung) atau juga sabuk untuk kaum lelaki, dan sebagai kemben (udat) untuk kaum perempuan.
Dengan berjalannya waktu, sasirangan saat ini  sudah menjadi bagian dari fesien dengan  warna dan motifnya yang telah begitu modis.

Proses pembuatannya dimulai dari menyirang kain. Kain digambar dengan motif tertentu, lalu disirang atau dijahit renggang dengan tangan dan ditarik jahitannya hingga mengerut rapat. Kain siap memasuki proses pewarnaan.

Setelah proses pewarnaan selesai, dan telah dilakukan pencucian, maka tiba saatnya melepas ikatan jahitannya tadi dan kemudian terlihatlah motif-motif yang indah saat kain itu dibentangkan...Kain siap digarap oleh tukang jahit untuk dibuat model sesuai selera :)



Bagaimana merawat kain sasirangan agar awet daya pukaunya?
Pada pencucian pertama hingga ketiga akan terjadi pelepasan residu dari proses pewarnaannya. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas kain dan warna karena bukan proses pelunturan.
Pada saat mencuci, pisahkan sasirangan dari cucian yang lain dan perbanyak air pada pencucian pertama sampai ketiga. Gunakan sedikit deterjen lembut, jangan digiling atau digilas dan jangan diperas terlalu keras. Pada saat menjemur, jemurlah kain bagian dalamnya (dibalik), jemurlah ditempat sejuk yang tidak terkena sinar matahari langsung. Tentu saja jangan pernah gunakan pemutih.
Selamat bergaya dengan sasirangan khas Kalimantan Selatan :)



Ibu Ketua DWP Kalbagtim didampingi Bapak Penasehat DWP Kalbagtim saat meninjau produk sasirangan di "Irma"


Salam redaksi
**eo



Minggu, 13 November 2011

Pasar Apung, Banjarmasin

Perlu bangun pagi-pagi dan segera menuju Muara Kuin, Sungai Barito, Banjar Utara, Banjarmasin untuk dapat menyaksikan aktivitas Pasar Apung. Pasar Apung adalah arena pasar yang unik dan khas, dimana kegiatan jual beli aneka kebutuhan sehari-hari dilakukan di sungai, dengan para penjual dan pembeli berada dalam perahu atau jukung masing-masing dalam bertransaksi. Dari subuh sampai menjelang matahari terbit, kesibukan Pasar Apung sangat terasa. Kita dapat berbelanja sayuran, buah-buahan, bahkan sarapan. Tersedia jukung yang khusus menjajakan aneka jajanan matang termasuk nasi kuning yang dibungkus daun pisang. Bagi yang menginginkan sarapan hangat soto Banjar di tengah sungai Barito, jangan khawatir, jukung Soto Banjar-pun tersedia dan siap menerima pesanan anda :)





Karena antara penjual dan pembeli berjarak jukung dan sungai maka untuk memudahkan transaksi digunakan tongkat yang dilengkapi paku diujungnya :) Bila kita ingin membeli donat, maka kita bisa
mengambil  donat  pilihan kita dengan cara menusuknya dengan tongkat berpaku yang telah disediakan. Pengalaman yang aneh dan lucu...

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim menghimbau kepada para wisatawan yang mempunyai agenda menikmati keanekaragaman budaya Nusantara untuk tidak melewatkan mengunjungi Pasar Apung Banjarmasin ini. Kunjungan kita sangat berarti untuk menghidupkan roda perekonomian rakyat di sepanjang Sungai Barito ini...
Selamat berwisata!

Salam Redaksi **e0

Festival Jukung Hias


Sedikit flash back.
Pada tanggal 24 September 2011 yang lalu, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 485, Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim berkesempatan menyaksikan atraksi unik khas Banjarmasin, yaitu: Festival Jukung.
Jukung adalah sejenis perahu. Pada Festival Jukung tersebut, para peserta  berlomba menghias jukung mereka seindah mungkin dengan berbagai ornamen khas Banjar dan taburan lampu hias (tanglong) warna-warni. Lomba dan penilaian jukung dilaksanakan di Sungai Barito.  Penilaian jukung dilaksanakan 2 kali, pada siang dan malam hari. Siang hari jukung dinilai keindahan  bentuk dan ornamen hiasannya dan penunjangnya semisal penampilan seni khas Banjar, sedangkan pada malam hari giliran tanglong-nya yang memperoleh penilaian dari juri.






Jukung-jukung berhias dan bertabur tanglong warna-warni sungguh atraksi tersendiri yang unik, indah dan mengesankan. Sinar tanglong yang dipantulkan oleh air sungai Barito terlihat sangat fantastis dan romantis. Tak heran warga Banjar tak mau melewatkan untuk menyaksikan peristiwa istimewa ini dari tepian sepanjang sungai Barito.

Tampak gambar: lautan manusia memadati jalanan arah tepian sungai Barito dengan satu tujuan: menyaksikan Festival Jukung, hiburan rakyat yang tidak setiap saat bisa mereka nikmati.

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim sungguh beruntung dan bersyukur mendapatkan kesempatan langka yang mungkin hanya terjadi satu atau dua tahun sekali di kota Banjarmasin ini. Mari kita dukung pelestarian budaya asli Nusantara, supaya anak cucu kita tidak kehilangan citra diri bangsa ini.

Selamat Hari Jadi Jadi Kota Banjarmasin ke 485. Banjarmasin Bungas, Banjarmasin Cantik!

Salam Redaksi.
##e0