Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2015

EDUKASI ASI

Dalam kesempatan kali ini , kami dari Komunitas Peduli ASI Balikpapan mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yg diberikan untuk  mengisi blog ibu darma wanita bea cukai cabang Kaltim. 
ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan HAK bayi. ASI adalah satu2nya asupan nutrisi yg terbaik dan paling cocok bagi bayi, kandungannya sempurna dan mudah cerna bagi bayi.

Dalam 6 bulan pertama kehidupannya bayi, ASI sudah , mencukupi segala nutrisi yg dibutuhkan oleh bayi. Eksklusif ASI di 6 bulan, hanya ASI, bahkan tidak perlu air putih, apalagi air tajin, sari buah, atau madu. Hanya ASI, ASI thok, ASI ekslusif di 6 bulan pertama kehidupannya. Kemudian dilanjutkan sampai minimal 2 tahun.
Sayangnya, pengetahuan untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam menyusui kurang dimiliki oleh para orang tua. Sehingga yang terjadi adalah bayi gagal menerima hak nya akan ASI. Sangat penting untuk mengedukASI para ibu ayah juga keluarga agar mereka semua siap menghadapi tantangan dalam mengASIhi.
Maraknya bombardir iklan susu menyebabkan para ibu menganggap kalau nutrisi ASI tidak sebaik susu formula. Amat disayangkan kalau justru nutrisi ASI yg terbaik dan buatan Allah tapi malah kalah dg sufor yg sifatnya kimiawi buatan pabrik dan memiliki berbagai resiko bagi bayi.

Walaupun saat ini  sebagian dari ibu2 darma wanita Balikpapan sudah melewati fase menyusui, tapi edukASI tidak ada basinya. Karena justru edukasASI bagi para calon nenek itu penting. Banyak kejadian pemegang keputusan penting apakah bayi akan mendapatkan hak ASI nya justru dari para nenek yg akan membantu dalam pengasuhan bayi.

Dengan ASI, anak2 akan tumbuh kembang lebih cerdas, memiliki daya tahan tubuh yg kuat, Ibu juga menjadi sehat karena menyusui menekan resiko berbagai penyakit, finansial keluarga juga lebih aman, hubungan orang tua dan anak juga akan lebih memiliki ikatan bathin yg kuat. 
Mari kita kembalikan kejayaan ASI bagi generasi yang lebih kuat sehat lahir dan bathin. 
ASI YES!!! 

Balikpapan,  14 Januari 2015
By Irene rahmawati

Tim Redaksi: SW (*-*)


Senin, 28 Januari 2013

GENERAL CHECK UP








"Mayoritas penduduk Indonesia cenderung tidak waspada dan menunda pengobatan, sehingga penyakit terlambat diketahui atau sudah telanjur stadium lanjut. Masyarakat seringkali mengabaikan check up atau deteksi dini," ujar pengamat kesehatan Dr Handrawan Nadesul di Jakarta (pdpersi.co.id)
….berdasarkan prediksi WHO, Indonesia segera menduduki peringkat keempat setelah Amerika Serikat, China, dan India di antara negara-negara yang memiliki penyandang diabetes terbanyak…. (jpnn.com)
…..peningkatan jumlah penderita stroke di tanah air memang sudah tidak dapat dipungkiri yang identik dengan kolesterol yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat (metrogaya.com)

Kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai dalam menunjang hidup. Apalah artinya segala aktivitas, prestasi dan materi yang kita dapat, bila tanpa dukungan kesehatan tubuh. Perubahan gaya hidup dalam bersosialisasi dengan aktivitas, pola makan dan stress memiliki potensi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik.
Ibarat pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati” alangkah baiknya bila kita bisa mengantisipasi gangguan kesehatan dan melakukan upaya-upaya yang benar dalam mencegah timbulnya gangguan kesehatan itu.
Fisik yang tampak dari luar dan tidak adanya keluhan  yang dirasakan, belum menjamin seseorang untuk dikatakan sehat. Disinilah General Check Up sebagai suatu tindakan preventive memberikan manfaat penting dalam menunjang masa depan kesehatan tubuh kita

General Check Up biasanya dilaksanakan pada suatu periode waktu tertentu/berkala.  Dan biasanya bila teridentifikasi kelaian tertentu dari hasil check up, dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan batas waktu tertentu (Diabetes, Hiperlipidemia dan lain-lain)
.

Ada beberapa macam panel check up dari yang sederhana hingga lengkap.  Panel tersebut memiliki jenis parameter pemeriksaan, yang antara lain sebagai berikut :  

1.         Panel Check Up Sederhana
Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL / LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin,Uric  Acid, SGOT, SGPT, HBs. Ag, Rontgen.

2.                 2.     Panel Check Up Sedang 
Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigleserida, HDL / LDL Cholesretol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, CreatininUric Acid,.SGOT, SGPT,HBs Ag, Rontgen, ECG ( Rekaman Jantung ).

3.               3.     Panel Check Up Lengkap      
Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL/ LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin, BUN, Uric Acid, SGOT, SGPT, Gamma GT, Bilirubin Total, Alkali Fosfatase, Protein Electroforesis, HBs Ag, K, Na, Ca, fosfor Anorganik, RPR, TSHs, CEA, AFP, Rontgen, Treadmill, USG.     


Persiapan sebelum melaksanakan General Check Up perlu mendapat perhatian. Hal ini dengan harapan supaya hasil pemeriksaan yang di dapat, tidak terpengaruh oleh kegiatan–kegiatan yang dilakukan sebelum check up.

Tentu saja tidak harus semua tes dijalani. Pertimbangkan saja hal – hal sebagai berikut: sejarah kesehatan keluarga, biaya yang dianggarkan, atau waktu yang dimiliki. Atau bila anda sedang berencana mempunyai anak, pilihlah test–test yang khusus untuk calon ibu hamil.


“Memang kesehatan bukanlah segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa”.

Bagaimana dengan anda ?




***EDA**