Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Jelajah Hutan Sangkima Taman Nasional Kutai

               

Hutan Lindung....
Begitu indahnya kehangatan dan keakraban alam
 Pohon dan rumput menyambutku dengan tarian  
Kerikil-kerikil tersenyum melihatku datang
Sentuhan sang mentari
desahan angin yang bertiup
Suara-suara binatang-binatang kecil bersautan
Tuhan, betapa indahnya semua ini
Izinkan aku bercengkrama dengan mereka
Dibawah langit Mu nan biru
Untuk mensyukuri setiap detik nikmat dan karunia Mu.


Akhir libur lebaran bulan Agusts 2013 lalu, penulis dan anak-anak diajak suami ke tempat tugas yang baru, Sangata. Di sana ada Pohon Ulin berusia 1 millenium. Kami dari Balikpapan menuju Sangatta dengan perjalanan darat kurang lebih 6-7 jam perjalanan. Bila dengan pesawat dari Balikpapan ke Sangata hanya 1 jam perjalanan udara. Kami menginap dulu di rumah dinas Bea Cukai Sangatta, kemudian akan pergi ke Hutan Sangkima Sabtu siang.



Sabtu siang kami pergi jam 12.00 wita dari Sangata menuju Hutan Sangkima di Jl. Awang Long Tromol Pos 1 Bontang. Lokasinya kanan jalan arah Sangata menuju Bontang, lama perjalanan 30 menit. Setiba disana kami sholat dluhur di Mushola di lokasi tersebut. Kemudian kami beli tiket masuk. Harga tiket @ orang Rp 1.500,00 dan bawa camera dikenakan tiket Rp 3.000,00. Di loket tersebut juga menjual sovenir khas Taman Wisata Hutan Sangkima juga brosure-brosure tentang Wisata Hutan Sangkima (gratis). Sebelum melanjutkan masuk Hutan Sangkima, sebaiknya perhatikan peta besar di samping loket. Serta bekal makanan dan minuman yang cukup.







Kami memulai perjalanan memasuki Hutan Wisata Sangkima, jalanannya terbuat dari papan-papan 
kayu  ulin berjejer. Sepanjang jalan ini menurun dan landai. Setelah beberapa meter kami harus menyeberangi sungai dengan jembatan yang pijakannya juga terbuat dari papan-papan kayu ulin dan
pegangan pada tali di samping kanan kiri kami.
Setelah jembatan, kami berjalan menyusuri papan-papan ulin yang menurun hingga beberapa meter kemudian kami sampai pada Icon Hutan Wisata Sangkima " Pohon Ulin Usia 1 millenium". Pohon Ulin Eusideroxylon zwageri adalah pohon unggulan dan memiliki peranan penting dalam ekosistem Taman Nasional Kutai Hutan Sangkima. Pohon ini hanya bisa tumbuh di huan dataran rendah primer dan sekunder hingga ketinggian 500m. Sedangkan di dunia, pohon ulin hanya terdapat di Indonesia, Malaysia, dan Philipina.
Tinggi pohon ullin umuTaman mnya 20-30 meter dengan diameter 60-120 cm. Namun pada habitat yang sesuai dapat mencapai diameter 2,47 meter seperti yang terdapat diobyek wisata Sangkima, Nasional Kutai. Tumbuhnya terpencar ataupun mengelompok dalam hutan campuran, tetapi sangat jarang di jumpai di rawa.






Biji Ulin membutuhkan waktu yang lama untuk berkecambah bahkan hingga satu tahun dalam kondisi ternaungi. Sehingga perlu campur tangan manusia dalam membantu pertumbuhan biji ulin tersebut dengan melakukan penanaman pada areal-areal terbuka dan perlakuan-perlakuan yang memungkinkan anakan ulin tumbuh dengan baik.
 Dari Pohon Ulin tersebut masih ada jalan ke arah kanan, kami melanjutkan perjalanan. Ada juga beberapa pengunjung yang kembali ke jalan semula untuk pulang. Ternyata jalan yang kami pilih hanya beberapa meter saja yang berpapan ulin. Belok kekanan adalah jalan setapak dan agak becek. Kami  mengikuti terus jalanan setapak tersebut karena memang tidak ada jalan lain atau jalan pintas untuk melanjutkan keliling Hutan Sangkima.

Kemudian sampailah kami pada jembatan ke 2 untuk melewati sungai, balok-balok kecil ulin yang dikait dengan jarak yang sama namun tidak rapat satu sama lain sehingga kami haris melangkah lebar-lebar untuk melewatinya. Sangat menantang, terutama buat anak kami yang bungsu belum genap 7 tahun. Beberapa meter kedepan ada jembatan yang dipenuhi pohon dan ranting-ranting serta tanaman merambat. Namun sekarang sudah tidak banyak lagi tanaman-tanaman di sekitarnya.


Selanjutnya jalanan yang kami lalui makin naik tajam yang datar hanya beberapa langkah kemudian naik lagi hingga ketemu tempat istirahat. Kami istirahat sebentar untuk minum. Jalan lagi setelah beberapa meter akhirnya kami menemui turunan, namun tajam dan tidak rata seperti bekas aliran air kecil. Tetapi tidak becek karena cuaca cerah.Selama perjalanan yang sangat menantang tersebut membuat jantung kita memompa udara lebih cepat. Udara di hutan sangat menyegarkan dan jauh dari polusi.
Sampailah kami di Pemandian 7 Putri, namun airnya sedang sedikit mengalir. kemudian kami berjalan lagi melalui jalan setapak yang ternyata searah dengan aliran air dari Pemandian 7 Putri.

Sampailah pada persimpangan yang membingungkan, karena jalan setapaknya tertutup oleh tanaman-tanaman membuat kami ragu melewatinya. dan tidak ada tanda arah. Kami memutuskan menyeberangi aliran air tersebut dan menembus hutan dengan jalanan yang mendaki dan meraba-raba mana jalan setapak dan mana yang tidak. Karena pohon satu dengan yang lain berjarak seperti setapak dan pohon-pohonnya sama jenisnya. Alhamdulillah kami bertemu dengan pengunjung lain yang ternyata sudah pernah datang ke Hutan Sangkima.

Setelah melewati hutan homogen tersebut kami harus melewati jembatan kecil yang terendam air, namun karena cuaca cerah maka airnya pun sedikit sehingga tinggal becek dan berlumpur. Tanahnya jadi licin bila kita melewatinya.Kami harus hati hati dalam memilih pijakan yang kuat dan tidak licin. terutama saya yang harus melaluinya dengan menggendong anak yang bungsu (7 th).
Selanjutnya kami melewati area padang rumput yang luas dan pada papan petunjuk adalah area perkemahan.jalanannya datar sehingga bisa merilekskan badan sebentar. ternyata didepan masih ada jembatan tali yang panjangnya seperti jembatan yang pertama untuk menyeberangi sungai Sangkima.

Terakhir adalah melewati jembatan tali yang kanan kiri kita ada kawat sepanjang jembatan tali tersebut untuk penopang jembatan dan juga pegangan buat pemakai. Kami melewatinya dengan perasaan mengambang karena ketinggiannya dari sungai dan juga cape serta lapar setelah melewati hutan dan jembatan serta jalanan yang naik turun.Alhamdulillah, kami berhasil juga sampai diakhir perjalanan Jelajah Sangkima yaitu di belakang guest house.

Silahkan teman teman mencoba tantangan dengan memasuki hutan Wisata Sangkima. Sekarang depan lokasi hutan tersebut akan dibangun kantor Inhutani yang menjadi penanggung jawab Hutan Wisata tersebut. Semoga menjadi lebih terawat terutama sajian tantangan yang berupa jembatan dan jalan setapaknya.


By SW (*v*) 









 

Minggu, 16 Desember 2012

Tip Liburan




Liburan sebentar lagi akan datang . Pastinya banyak di antara kita yang sudah memiliki rencana untuk pergi bersama keluarga ataupun kerabat. Liburan akhir tahun sayangnya memiliki tantangannya sendiri, salah satunya adalah harga yang relatif mahal mengingat sedang memasuki high-season.

Jika budget anda saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian jauh, liburan didalam kota bisa menjadi pilihan yang tidak kalah menarik. Banyak alternatif tempat liburan yang bersifat edukatif bagi anak-anak. Bahkan rumah pun bisa menjadi tempat liburan yang menyenangkan bagi keluarga. Buatlah acara/kegiatan yang selama ini tidak pernah dilakukan keluarga di rumah. Yang penting, berpikir kreatif dan merasa bahagia menjadi kunci untuk dapat menikmati masa liburan.
Satu hal yang paling penting adalah, jangan sampai Anda berhutang untuk memaksakan liburan tetap terealisasikan. Ada baiknya jika liburan sudah disiapkan anggarannya (budget) dari jauh hari dimana harganya masih promo.

Anggaran  tidak dipungkiri menjadi hal utama yang harus dikalkulasikan dengan baik. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda selama berlibur. Apalah artinya jika Anda terserang penyakit dan harus menghabiskan hari-hari hanya beristirahat di kamar hotel. Selain biaya dokter yang akan menguras kantong, Anda juga menyia-nyiakan momen berharga.

Berikut beberapa tip liburan hemat yang dikutip dari beberapa sumber tapi tetap berkesan bagi keluarga Anda:
  1. Persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya jika kita mempunyai rencana berlibur yang cukup panjang ke luar kota apalagi ke luar negeri. Lebih panjang waktu persiapannya tentu lebih baik. Sisihkan secara auto debet dari income bulanan kita selama waktu yang disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan.
  2. Biasanya dengan mengambil paket liburan yang disediakan pihak tour travel bisa lebih murah. Namun jika kita ingin berpergian sendiri, ketahui dahulu seluk-beluk tempat liburan yang dituju. Biaya transportasi, akomodasi, tempat rekreasi dan makan serta tak ketinggalan tempat belanja, menjadi poin-poin penting untuk dicatat.
  3. Cermatlah dalam memilih tempat liburan. Cari obyek wisata yang memang benar-benar unik dan bagus serta merupakan ciri khas tempat tersebut. Hindari pergi ke lokasi wisata yang tidak perlu dan berbiaya tinggi.
  4. Sama seperti tempat liburan, mencari tempat makan/restoran harus sesuai dengan budget yang disiapkan. Lebih baik jika kita memilih tempat yang tidak jauh dari tempat menginap atau tempat terakhir kita sedang berkunjung. Selain hemat waktu, hemat ongkos pula.
  5. Berburu oleh-oleh dan barang kerajinan ke pasar-pasar tradisional bahkan langsung ke tempat pembuatan/pabriknya selain pengalaman yang menyenangkan, tentunya bisa lebih hemat.
  6. Jika kita mempunyai fleksibilitas waktu, pertimbangkanlah untuk berpergian pada masa “low season”. Kita bisa mendapatkan tawaran yang menarik dan murah yang tidak bisa didapatkan pada masa “high season”.
  7. Jangan lupa untuk selalu membawa bekal seperti roti dan minuman air putih dalam tas. Selain lebih sehat, kitapun terhindar dari jajan yang tidak perlu.
  8. Bawalah uang saku sesuai dengan budget. Dan tetap catat semua pengeluaran selama perjalanan dari awal hingga akhir.
...Happy nice holiday...

***EDA***

Rabu, 31 Oktober 2012

Anggrek dalam lensa....

Apapun jenisnya, bunga anggrek selalu menakjubkan. Ibu Erna Oentarto, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim adalah salah satu dari sekian banyak pengagum keindahan bunga anggrek. Kebetulan beliau juga menyukai fotografi, sehingga kekaguman akan keanggunan bunga anggrek tersebut diabadikan melalui berbagai hasil jepretan kamera yang beliau bagi untuk ibu-ibu dan para pembaca Blog pada postingan ini...
Selamat menikmati....












Salam keindahan dan keanggunan...
Salam Redaksi..
*eo


Senin, 17 September 2012

Ibu-Ibu dan Pantai Lamaru...

Diantara debur ombak memburu...
diantara desau angin menderu....
inilah satu lagi gaya ibu-ibu...
saat arisan dan halal bihalal di pantai Lamaru...
seruuu....







Salam hangat,
Salam Redaksi *Eo


Gaya Teranyar, di Pantai Manggar...

Tanpa banyak komentar...
ini dia..
gaya ibu-ibu teranyar,,,
saat di Pantai Manggar......








Salam santai dari pantai..
Salam Redaksi  *Eo



Halal Bi Halal di pantai....

Jum'at pagi, 27 September 2012 adalah hari khusus bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim, karena pada hari itu dilaksanakan "moving" arisan dan halal bi halal. Moving arisan maksudnya adalah bahwa kalau biasanya arisan diselenggarakan di aula Kanwil DJBC Kalbagtim atau di aula KPPBC Balikpapan, sekali ini arisan pindah ke.....pantai! Pantai Manggar.  Tujuannya adalah untuk variasi, menghindari kemonotonan. Selain itu, pertemuan arisan ini juga ada plus-nya yaitu plus halal bi halal, karena diselenggarakan di bulan Syawal.



Ketua DWP DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto dalam sambutannya mengucapkan selamat hari Raya Iedul Fitri, dan beliau atas nama pribadi, ketua maupun mewakili keluarga menyampaikan permintaan maaf apabila selama bersama-sama dengan ibu-ibu ada hal-hal yang tidak berkenan. Kemudian, Ibu Erna Oentarto juga mengingatkan akan arti penting silaturahim, diantaranya menyambung kembali dan mempererat ukhuwah...


Pada kesempatan ini pula, dikarenakan ada satu anggota yang suaminya telah memasuki masa purna bakti, yaitu Ibu Sair, maka Ibu Erna Oentarto secara khusus menyampaikan terimakasih atas keaktifan Ibu Sair selama ini, dan meminta untuk tetap aktif di dalam kegiatan-kegiatan DWP JCBC Kalbagtim. Ibu Erna Oentarto juga memberi kesempatan kepada Ibu Rudi, anggota baru, untuk memperkenalkan diri dan berharap agar di masa yang akan datang ibu Rudi dapat aktif dalam kegiatan DWP.


Tampak dalam gambar di atas Ibu Erna Oentarto menyampaikan kenang-kenangan tanda kasih dari pengurus dan anggota serta dari pribadi. Alhamdulillah, Ibu sair telah berhasil mendampingi suami sampai pensiun, Insya Allah akhir tugas yang baik. Amiin.




Setelah arisan, acara dilanjutkan dengan halal bi halal. Para ibu bersalaman berkeliling, saling maaf memaafkan disaksikan deburan ombak dan semilir angin pantai Manggar....

 Salam hangat, saling memaafkan.
*Redaksi  *Eo


Kamis, 15 Maret 2012

Akhir Silaturahim

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 15, the end)

Segenap pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dari Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, KPPBC Balikpapan dan KPPBC Banjarmasin mengucapkan terimakasih atas kunjungan Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ibu Agung Kuswandono, pada tanggal 01-03 Maret 2012 di lingkungan Kalimantan Bagian Timur.

Semoga momen tersebut penuh makna dan meninggalkan kesan mendalam.
Semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan dan kesehatan kepada kita, sehingga kita mampu terus berkarya, mengabdi dan peduli pada sesama.
Amin.






Salam hangat,
Redaksi
**Eo**

Pernik Kehidupan Nyata

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 14)

Pernik Kehidupan Nyata

Menyimak kehidupan nelayan di pinggiran anak sungai dan juga di pesisir pantai...
Seringkali terasa menyesakkan dada...
Kesederhanaan, serba keterbatasan, keterbelakangan...
Mengakrabi keseharian tanpa ada pilihan...

Namun barangkali....
Ketabahan dan keikhlasan mereka jauh melampaui yang kita punya...
Wajah "menerima" mereka membuat trenyuh...
Menjadikan kita malu....
Seolah melempar tanya:
"Sudahkah kau ingat syukur?"...

Ya Allah,
Beri mereka peningkatan hidup ke arah kelayakan..
Entaskan dari himpitan kekurangan..
Makmur sejahterakan...
Amiin...











Mari berinstropeksi...
Sudahkah kita memberi?
Ataukah kita hanya mengeksploitasi?
Datang dan pergi tanpa meninggalkan arti?

Salam redaksi,
Salam prihatin untuk sebagian anak negeri yang masih hidup di bawah garis kemiskinan...

*Eo...

Minggu, 11 Maret 2012

Bisnis Terapung

(Kunjungan Ketua DWP DJBC, part 11)

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah pernah mengulas tentang kegiatan unik masyarakat Kalimantan Selatan yaitu kegiatan bisnis di Pasar Terapung.


Meskipun demikian,  pada kesempatan bersama dengan Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono, melihat dari dekat transaksi khas di Pasar Apung tersebut pada hari Sabtu, 02 Maret 2012 yang lalu, Redaksi tetap bergairah dengan mendokumentasikan keunikan kegiatan tersebut melalui kamera...









Hidup adalah perjuangan..
Agar mudah dalam berjuang...
Maka berkawan dengan alam adalah pilihan bijak... :)

Salam redaksi
**EO##