Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Sabtu, 29 Oktober 2011

LAUNCHING BLOG


"Selamat atas peluncuran blog Dharma Wanita Kanwil DJBC Kalbagtim. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua anggota dan pembaca blog ini, baik di lingkungan instansi Dit.Jen. Bea dan Cukai, maupun masyarakat luas. Insya Allah.." (Penasehat DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Oentarto Wibowo)

Demikian kesan dan pesan yang berkenan diketik sendiri oleh Penasehat DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Bapak Oentarto Wibowo, pada peluncuran perdana Blog Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur. Launching blog dengan alamat http://dwbckalbagtim.blogspot.com ini diselenggarakan pada hari Jum'at, tanggal 04 November 2011 bertepatan pula dengan pertemuan rutin dan silaturahim pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim.

Bapak Penasehat dan Ibu Ketua saat membuka Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim

Blog ini dibuat dalam rangka untuk merangsang ketertarikan ibu-ibu terhadap kemajuan dan perubahan teknologi, juga dimaksudkan untukmenampung aspirasi dan kreativitas ibu-ibu DWP Kanwil DJBC. Posting blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim ini sangat beragam, diantaranya  memuat kegiatan DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, info seputar trik dan tip kecantikan dan kesehatan, promosi wisata, kuliner maupun pengetahuan dan lain sebagainya.

Bapak Penasehat saat mengetik kesan dan pesannya yang menjadi salah satu posting blog.

Terimakasih Redaksi ucapkan atas dukungan dan sumbang saran Bapak Penasehat, semoga Blog ini bermanfaat bagi semua anggota dan masyarakat, Insya Allah, amiin.
Blog ini terbuka untuk semua anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim maupun simpatisannya.
Redaksi berharap ibu-ibu anggota memanfaatkan blog ini sebagai ajang komunikasi, silaturahim maupun berbagi ilmu. Bagi yang berminat mengisi blog ini, silakan menghubungi Redaksi. Terimakasih.

Salam Blogger!
Salam Redaksi.

**eo

Kamis, 27 Oktober 2011

Susunan Pengurus DWP Kanwil DJBC Kalbagtim


SUSUNAN PENGURUS
DHARMA WANITA PERSATUAN
KANWIL DJBC KALBAGTIM

Dalam rangka penyesuaian pejabat dan penyegaran serta regenerasi organisasi, pada tanggal 19 Oktober 2011 telah ditetapkan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur melalui musyawarah dan mufakat sebagai berikut:

Ketua : Ibu Erna Oentarto Wibowo
Wakil Ketua : Ibu Suryani Edi Burman
Sekretaris 1 : Ibu Dian Arman Sihombing
Sekretaris 2 : Ibu Linawati
Sekretaris 3 : Ibu Endah
Bendahara 1 : Ibu Meilani A. Muzakir
Bendahara 2 : Ibu Muzaimah Darpiansyah
Bidang Pendidikan 1 : Ibu Sister Hendro
Bidang Pendidikan 2 : Ibu Drg. Tri Hesti Kromo Harwanto
Bidang pendidikan 3 : Ibu Zuraidah Abdul Hamid
Bidang pendidikan 4 : Ibu Kemala Sari Subianto
Bidang pendidikan 5 : Ibu Suprapti Ismiranto
Bidang Ekonomi 1 : Ibu Muriani Sair
Bidang Ekonomi 2 : Ibu Nurul Acep Herman
Bidang Ekonomi 3 : Ibu Tutut Basuki
Bidang Ekonomi 4 : Ibu Marni Anisral
Bidang Ekonomi 5 : Ibu Neneng Jamilah A. Yani
Bidang Ekonomi 6 : Ibu Atik Jamaludin
Bidang Sosbud 1 : Ibu Eryana Hairani
Bidang Sosbud 2 : Ibu Eeng Rusmana
Bidang Sosbud 3 : Ibu Maskah Dedi Suhardi
Bidang Sosbud 4 : Ibu Zumrah Mukmin

Kepengurusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan berakhir sampai diangkatnya susunan kepengurusan yang baru sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mengucapkan selamat melaksanakan tugas kepada para pengurus yang telah ditetapkan. Semoga kiprah, karya dan pengabdian ibu bermanfaat bagi organisasi, keluarga dan masyarakat. Amin.

Salam Redaksi.
-eo-

BINGKA

Bingka, kue legit khas Kalimantan Selatan. Bagaimana cara membuatnya? Ibu Taryono, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Banjarmasin dan Ibu Ani, pegawai pada KPPBC Banjarmasin berbagi resep untuk ibu-ibu semua...

Resep membuat Bingka Kalimantan Selatan:

BAHAN:
1. 1,5 telur ayam
2. 1/4 kg kentang
3. 1/2 kg kelapa parut
4. 7 sendok tepung terigu
5. 1/2 ons gula pasir
6. 3 sendok susu kental manis
7. garam secukupnya
8. vanila secukupnya

CARA MEMBUAT:
Peras santan dengan satu gelas air, lalu rebus hingga matang dan menjadi 3/4 gelas. Rebus kentang, setelah masak dan empuk, haluskan. Siapkan telur, gula, vanila dan garam dalam takaran secukupnya  yang sudah diaduk menjadi satu. Satukan kentang, tepung dan adonan telur, susu, gula, garam dan vanila dan aduklah sampai menyatu. Kemudian masukkan adonan ke dalam cetakan, bakar dengan api sedang sampai matang kecoklatan.
Bingka siap dihidangkan. :)

Selamat mencoba, salam dari Banjarmasin Kalimantan Selatan :)

Ibu Ani (kiri) dan Ibu Taryono (kanan)

Terima kasih kiriman resepnya. Ibu-ibu yang ingin berbagi resep lain, silakan menghubungi Redaksi Blog DWP Kalbagtim. Ditunggu resep-resep khas Kalimantan Bagian Timur lainnya.

Salam Redaksi
-eo)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Prihatin: Tahura Sultan Adam

Tahura = Taman Hutan Raya. Tahura Sultan Adam, Kalimantan Selatan berlokasi kurang lebih 20 km dari Martapura, Banjar dan Kotabaru, atau sekitar 50 km dari kota Banjarmasin. Tahura yang seharusnya menjadi kawasan konservasi alam ini, justru sekarang menjadi lahan kritis yang memprihatinkan. Pada saat DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mengunjungi Tahura Sultan Adam pada akhir September 2011 yang lalu, setelah berkendara menyusuri jalan naik dengan kondisi jalan yang tidak mulus,  seluas mata memandang hanya disuguhi hutan meranggas dengan daun-daun yang coklat terbakar..


Tanda panah yang menunjuk pada "ekstrem bahaya" di Tahura Sultan Adam


Hutan meranggas karena kebakaran...

Diperlukan kontribusi dan dedikasi semua pihak untuk menyelamatkan Tahura Sultan Adam ini sehingga kehijauan hutannya, gemericik deras air terjunnya, arena berkemah dan wisata buahnya dapat kembali seperti semula dan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu.. Mari selamatkan alam Indonesia!

Salam redaksi   **eo

Batu Martapura

Martapura, dulu bernama Kayutangi, ibukota Kasultanan Banjar. Saat ini Martapura adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Martapura dijuluki kota intan karena kota ini memang sudah sejak lama (sejak zaman jepang) menjadi sentra kegiatan dagang dan transaksi batu mulia.


Bagi pecinta perhiasan batu mulia maka Martapura adalah syurganya. Aneka perhiasan batu mulai dengan harga ribuan rupiah sampai dengan puluhan bahkan ratusan juta rupiah tersedia.



Setelah anda memborong aneka batu mulia dari Martapura, jangan lupa untuk merawatnya sehingga keindahan alaminya tetap terjaga. Kiat-kiat kita merawat batu permata adalah sebagai berikut:
1. Bersihan batu secara perlahan, gunakan sabun lembut, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kain halus.
2. Jangan biasakan tidur dengan memakai perhiasan, karena gerakan-gerakan tanpa sadar saat tidur dapat merusak perhiasan atau melukai anda.
3. Jauhkan dari bahan kimia yang dapat merusak warna dan kilaunya.
4. Poles batu mulia secara teratur agar terbebas dari kotoran membandel.
5. Simpan di dalam tempat penyimpanan yang terpisah-pisah untuk menghindari rusak karena gesekan.


Mari percantik diri dengan perhiasan alami Indonesia, namun yang utama tetap inner beauty kita... :)

Salam redaksi  **eo

Kunjungan Informal


Pada pertemuan kedua dengan para pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ketua DWP, Ibu Erna Oentarto, menyempatkan berkunjung ke Banjarmasin untuk pertama kalinya dan bertemu dengan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Pelayanan (KPPBC) Banjarmasin, Ibu Taryono. Berhubung pertemuan tersebut bersifat informal, maka tidak ada acara resmi. Namun demikian, Ibu Erna Oentarto sempat bertemu dan berkenalan dengan sebagian pengurus dan anggota DWP Kantor Pelayanan Banjarmasin yang menjumpai Ibu Ketua di Bandara. Ibu Erna Oentarto berharap semoga dapat bersilaturahim dengan para ibu di Banjarmasin di waktu yang akan datang.


Tampak dalam gambar, Ibu Erna Oentarto didampingi Ibu Taryono dan beberapa pegawai Kantor Pelayanan (KPPBC) Banjarmasin berpose di pinggir sungai Barito sesaat setelah melihat dari dekat aktivitas pasar apung.


Salam Redaksi.


eOw

Halal Bi Halal

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim pada tanggal 23 September 2011 masih bersuasana lebaran karena masih berada di bulan Syawal. Oleh karena itu, selain agenda rutin berupa pengarahan dari Ibu Ketua dan arisan, juga diadakan acara halal bi halal yang dilanjutkan dengan saling bersalaman memaafkan.
Dalam tauziyah hikmah halal bi halal, Bapak Ustadz antara lain menyampaikan bahwa "Jika kamu memaafkan, hal itu dekat dengan syurga."

Al-Ustadz sedang memberikan tausiah hikmah halal bi halal


Kemudian dalam pengarahannya, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto menyampaikan bahwa DWP adalah organisasi sosial istri PNS, wadah silaturahim, menambah teman dan saudara serta mengembangkan diri. Dengan aktif dalam kegiatan DWP ibu-ibu semakin terasah untuk pintar berorganisasi, berkoordinasi, berkomunikasi yangkecakapan tersebut sangat berguna dalam hidup bermasyarakat.

Selesai acara, Ibu Erna Oentarto (tengah berkerudung kuning) berfoto bersama pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim yang hadir..


Salam Redaksi **eo


Pantai Lamaru, Balikpapan

Bagi penyuka wisata alam dan air, Pantai Lamaru di daerah Lamaru, Balikpapan dapat menjadi salah satu pilihan. Kontur pantainya yang landai menjadikan pandangan kita lepas ke arah lautan luas, mengingatkan kita pada kekuasaan Allah yang tanpa batas, subhanallah. Cukup mudah untuk mencapai lokasi Pantai lamaru karena pantai tersebut tidak jauh dari jalan raya Lamaru.

Mari mensyukuri dan menikmati keindahan dan kekayaan alam Indonesia dengan cara menghargai dan menjaganya dari kerusakan dan polusi :)


Salam redaksi **eo

Kamis, 29 September 2011

Bangkirai Canopy Bridge

Wisata Alam Bukit Bangkirai, adalah salah satu  wisata unggulan kawasan Kalimantan Timur. Wisata alam yang berlokasi di Kecamatan Samboja ini menjanjikan pemandangan alam berupa hutan tropis  alami yang banyak ditumbuhi pohon Bangkirai yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun, dengan tinggi antara 40 sampai 50 meter dan ada yang berdiameter 2,3 m. Hal menarik lain lagi, di antara lebatnya pepohonan hutan terdapat  jembatan tajuk atau canopy bridge berupa jembatan gantung yang menghubungkan lima pohon Bangkirai besar.


Jembatan tajuknya bergantung di ketinggian 30 meter dari atas permukaan tanah. Untuk mencapainya kita perlu meniti 120 anak tangga yang melingkari pohon Bangkirai. Panjang jembatan itu sendiri mencapai 64 meter.

Pecinta Alam Indonesia, mari menikmati indahnya alam Indonesia dan mari menjaga kelestariannya.

Salam Redaksi. (*eo)

Rabu, 28 September 2011

Lai


Serupa  tapi tak sama. Itu ungkapan yang pas untuk menggambarkan buah lai atau lei dengan buah durian. Bentuk dan kulitnya sama, hanya saja buah durian berbau harum menyengat, sedangkan buah lai tidak berbau sama sekali. Buah lai adalah buah khas Kalimantan, rasa daging buahnya manis dan konon tidak menimbulkan efek samping apapun meskipun kita memakannya dalam jumlah banyak :)
Dharma Wanita Persatuan kanwil DJBC Kalbagtim mengajak para pecinta buah asli Indonesia untuk mencicipi buah unik dan khas dari Kalimantan ini. Selamat menikmati.

Salam Redaksi. (*eo)

Baruang Madu Balikpapan

Beruang Madu adalah salah satu hewan langka yang dilindungi di Indonesia bahkan di dunia. Di Kalimantan Timur, tepatnya di Km. 23 Jalan Raya Balikpapan-Samarinda, terdapat Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), yang merupakan kawasan Konservasi Beruang Madu. Kawasan ini seluas 1,3 Ha dan didisain sedemikian rupa menyerupai habitat Beruang Madu yang sesungguhnya.

Saat ini KWPLH merawat lima beruang madu hasil tangkapan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kondisi para Beruang Madu saat ini dalam keadaan sehat dan terawat meskipun ada yang saat ditemukan sudah dalam keadaan pincang, taring dicabut atau cacat lainnya.

Bagi pecinta alam dan pecinta binatang yang ingin melihat dari dekat kawasan ini dapat mengunjungi KWPLH ini yang dibuka setiap hari, namun agar dapat melihat mereka saat di lepas di "hutan", silakan berkunjung antara pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WITA.

Pengunjung dapat mengamati keadaan lingkungan hutan dan perilaku Beruang Madu melalui jembatan intai yang dibangun hampir mengelilingi kawasan. Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim mengajak segenap masyarakat untuk mendukung konservasi ini. Selamat berkunjung dan berdonasi demi kelestarian alam. :)

Salam Redaksi (*eo)

Penangkaran Buaya,Teritip-Balikpapan

Di Balikpapan,  tepatnya di Kelurahan Teritip, kurang lebih berjarak 27 km dari pusat kota, dapat dijumpai lokasi penangkaran buaya. Penangkaran yang didirikan oleh CV. Surya Raya pada tahun 1990-an ini bertujuan untuk melestarikan satwa buaya agar terhindar dari kepunahan, yang kemudian dibuka untuk umum sebagai obyek wisata pada tahun 1997.
Anda yang tertarik dapat berkunjung ke lokasi penangkaran yang dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WITA. Selain dapat melihat dari dekat koleksi buaya dari berbagai umur dan jenis, tersedia juga kuliner berupa sate buaya :)

Buaya Teritip

Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim mendukung segala upaya pelestarian flora dan fauna serta alam Indonesia, karena kekayaan yang tak ternilai ini memang perlu dijaga dan dilindungi sehingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita dalam keadaan baik.


Salam Redaksi. (*eo)

Hymne dan Mars Dharma Wanita Persatuan

HYMNE DHARMA WANITA PERSATUAN

Taqwa pada Tuhan yang Esa
Dharma Wanita Persatuan
Kami berkarya mandiri
Untuk mencapai tujuan

Kemitraan mewujudkan
Masyarakat adil makmur
Kami mendambakan kesejahteraan
Meningkatkan sumber daya anggotanya

Bina jiwa raga
Budi pekerti nan luhur
Tegarkan tekadnya
Dharma Wanita Persatuan





MARS DHARMA WANITA PERSATUAN

Dharma Wanita Persatuan
Bersatu padu ikut berjuang
Mewujudkan masyarakat adil
Dan makmur sentosa secara merata

Reff:
Melaksanakan karya dengan mandiri
Membina istri pegawai negeri
Tingkatkanlah mutu pendidikan
Dan ekonomi sosial dan budaya
Tercapailan harapan kita
sejahteralah anggota dan keluarganya

Ikut serta mempersembahkan
Dharma baktinya kepada bangsa
Tingkatkan sumber daya insani
Lindungi dan hormati hak azasinya
(kembali ke reff)


Selamat bernyanyi!

Salam Redaksi (*eo)

Logo Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Sebagai istri pendamping suami, anggota DWP dituntut untuk selalu mendukung kegiatan suami dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sehingga tugas dan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan amanah dan mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan memahami arti logo Bea dan Cukai, tempat suami mengabdikan darma baktinya, diharapkan anggota DWP lebih dapat meresapi tugas yang diemban para suami sehingga pada dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya dalam kedudukannya sebagai pendamping suami.

LUKISAN
Segi lima dengan gambar laut, gunung dan angkasa di dalamnya.
Tongkat dengan ulir berjumlah 8 di bagian bawahnya.
Sayap yang terdiri dari 30 sayap kecil dan 10 sayap besar.
Malai padi berjumlah 24 membentuk lingkaran.

MAKNA
Segi lima melambangkan negara RI yang berdasarkan Pancasila.
Laut, gunung dan angkasa melambangkan Daerah  Pabean Indonesia yang merupakan wilayah berlakunya Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai.
Tongkat melambangkan hubungan perdagangan internasional RI dengan manca negara dari/ke 8 penjuru angin.
Sayap melambangkan Hari Keuangan RI 30 Oktober dan melambangkan Bea dan Cukai sebagai unsur pelaksana pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.
Lingkaran malai padi melambangkan tujuan pelaksanaan tugas Bea dan Cukai adalah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

WARNA
Disesuaikan dengan warda dasar dan penggunaannya.

Dasar hukum: Keputusan Menteri Keuanagan RI Nomor: 52/KMK.05/1996 tanggal 29 Januari 1996.

Semoga bermanfaat !


Salam Redaksi (*eo)

Logo Dharma Wanita Persatuan


Para Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan perlu mengerti dan memahami arti logo Dharma Wanita Persatuan, karena simbol-simbol yang tertuang dalam logo tersebut mempunyai makna mendalam berupa pesan-pesan, visi dan misi Dharma Wanita Persatuan.

Mari kita mempelajari makna yang tersirat di dalamnya:

1. Bunga melati putih berkelopak lima dengan latar belakang Merah Putih, mengandung arti bahwa kedudukan wanita  sebagai salah satu aset bangsa dalam pengabdiannya kepada bangsa, tanah air dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Warna putih, melambangkan kesucian dan  keluhuran budi pekerti serta persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesamanya.

3. Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan terhadap bangsa, tanah air dan negara serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.

4. Warna kuning melambangkan cita-cita luhur, sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.

5. Gambar padi terdiri dari 15 butir dan 6 kapas melambangkan cita-cita dan tujuan organisasi DWP, yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berazaskan Paancasila dan UUD 1945, bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota DWP pada khususnya.

6. Gambar padi juga sebagai simbol  kegiatan bidang ekonomi, sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial.

7.  Gambar 15 mata rantai melambangkan persatuan dan persaudaraan yang erat diantara anggota DWP, untuk secara bersama-sama bahu membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

8.  Gambar buku melambangkan kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.

Salam Redaksi (*eo)