Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur. Sekretariat: Jalan Jenderal Sudirman 546, Balikpapan Kalimantan Timur.

Kamis, 27 Oktober 2011

BINGKA

Bingka, kue legit khas Kalimantan Selatan. Bagaimana cara membuatnya? Ibu Taryono, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Banjarmasin dan Ibu Ani, pegawai pada KPPBC Banjarmasin berbagi resep untuk ibu-ibu semua...

Resep membuat Bingka Kalimantan Selatan:

BAHAN:
1. 1,5 telur ayam
2. 1/4 kg kentang
3. 1/2 kg kelapa parut
4. 7 sendok tepung terigu
5. 1/2 ons gula pasir
6. 3 sendok susu kental manis
7. garam secukupnya
8. vanila secukupnya

CARA MEMBUAT:
Peras santan dengan satu gelas air, lalu rebus hingga matang dan menjadi 3/4 gelas. Rebus kentang, setelah masak dan empuk, haluskan. Siapkan telur, gula, vanila dan garam dalam takaran secukupnya  yang sudah diaduk menjadi satu. Satukan kentang, tepung dan adonan telur, susu, gula, garam dan vanila dan aduklah sampai menyatu. Kemudian masukkan adonan ke dalam cetakan, bakar dengan api sedang sampai matang kecoklatan.
Bingka siap dihidangkan. :)

Selamat mencoba, salam dari Banjarmasin Kalimantan Selatan :)

Ibu Ani (kiri) dan Ibu Taryono (kanan)

Terima kasih kiriman resepnya. Ibu-ibu yang ingin berbagi resep lain, silakan menghubungi Redaksi Blog DWP Kalbagtim. Ditunggu resep-resep khas Kalimantan Bagian Timur lainnya.

Salam Redaksi
-eo)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Prihatin: Tahura Sultan Adam

Tahura = Taman Hutan Raya. Tahura Sultan Adam, Kalimantan Selatan berlokasi kurang lebih 20 km dari Martapura, Banjar dan Kotabaru, atau sekitar 50 km dari kota Banjarmasin. Tahura yang seharusnya menjadi kawasan konservasi alam ini, justru sekarang menjadi lahan kritis yang memprihatinkan. Pada saat DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mengunjungi Tahura Sultan Adam pada akhir September 2011 yang lalu, setelah berkendara menyusuri jalan naik dengan kondisi jalan yang tidak mulus,  seluas mata memandang hanya disuguhi hutan meranggas dengan daun-daun yang coklat terbakar..


Tanda panah yang menunjuk pada "ekstrem bahaya" di Tahura Sultan Adam


Hutan meranggas karena kebakaran...

Diperlukan kontribusi dan dedikasi semua pihak untuk menyelamatkan Tahura Sultan Adam ini sehingga kehijauan hutannya, gemericik deras air terjunnya, arena berkemah dan wisata buahnya dapat kembali seperti semula dan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu.. Mari selamatkan alam Indonesia!

Salam redaksi   **eo

Batu Martapura

Martapura, dulu bernama Kayutangi, ibukota Kasultanan Banjar. Saat ini Martapura adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Martapura dijuluki kota intan karena kota ini memang sudah sejak lama (sejak zaman jepang) menjadi sentra kegiatan dagang dan transaksi batu mulia.


Bagi pecinta perhiasan batu mulia maka Martapura adalah syurganya. Aneka perhiasan batu mulai dengan harga ribuan rupiah sampai dengan puluhan bahkan ratusan juta rupiah tersedia.



Setelah anda memborong aneka batu mulia dari Martapura, jangan lupa untuk merawatnya sehingga keindahan alaminya tetap terjaga. Kiat-kiat kita merawat batu permata adalah sebagai berikut:
1. Bersihan batu secara perlahan, gunakan sabun lembut, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kain halus.
2. Jangan biasakan tidur dengan memakai perhiasan, karena gerakan-gerakan tanpa sadar saat tidur dapat merusak perhiasan atau melukai anda.
3. Jauhkan dari bahan kimia yang dapat merusak warna dan kilaunya.
4. Poles batu mulia secara teratur agar terbebas dari kotoran membandel.
5. Simpan di dalam tempat penyimpanan yang terpisah-pisah untuk menghindari rusak karena gesekan.


Mari percantik diri dengan perhiasan alami Indonesia, namun yang utama tetap inner beauty kita... :)

Salam redaksi  **eo

Kunjungan Informal


Pada pertemuan kedua dengan para pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ketua DWP, Ibu Erna Oentarto, menyempatkan berkunjung ke Banjarmasin untuk pertama kalinya dan bertemu dengan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Pelayanan (KPPBC) Banjarmasin, Ibu Taryono. Berhubung pertemuan tersebut bersifat informal, maka tidak ada acara resmi. Namun demikian, Ibu Erna Oentarto sempat bertemu dan berkenalan dengan sebagian pengurus dan anggota DWP Kantor Pelayanan Banjarmasin yang menjumpai Ibu Ketua di Bandara. Ibu Erna Oentarto berharap semoga dapat bersilaturahim dengan para ibu di Banjarmasin di waktu yang akan datang.


Tampak dalam gambar, Ibu Erna Oentarto didampingi Ibu Taryono dan beberapa pegawai Kantor Pelayanan (KPPBC) Banjarmasin berpose di pinggir sungai Barito sesaat setelah melihat dari dekat aktivitas pasar apung.


Salam Redaksi.


eOw

Halal Bi Halal

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim pada tanggal 23 September 2011 masih bersuasana lebaran karena masih berada di bulan Syawal. Oleh karena itu, selain agenda rutin berupa pengarahan dari Ibu Ketua dan arisan, juga diadakan acara halal bi halal yang dilanjutkan dengan saling bersalaman memaafkan.
Dalam tauziyah hikmah halal bi halal, Bapak Ustadz antara lain menyampaikan bahwa "Jika kamu memaafkan, hal itu dekat dengan syurga."

Al-Ustadz sedang memberikan tausiah hikmah halal bi halal


Kemudian dalam pengarahannya, Ketua DWP Kanwil DJBC Kalbagtim, Ibu Erna Oentarto menyampaikan bahwa DWP adalah organisasi sosial istri PNS, wadah silaturahim, menambah teman dan saudara serta mengembangkan diri. Dengan aktif dalam kegiatan DWP ibu-ibu semakin terasah untuk pintar berorganisasi, berkoordinasi, berkomunikasi yangkecakapan tersebut sangat berguna dalam hidup bermasyarakat.

Selesai acara, Ibu Erna Oentarto (tengah berkerudung kuning) berfoto bersama pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim yang hadir..


Salam Redaksi **eo


Pantai Lamaru, Balikpapan

Bagi penyuka wisata alam dan air, Pantai Lamaru di daerah Lamaru, Balikpapan dapat menjadi salah satu pilihan. Kontur pantainya yang landai menjadikan pandangan kita lepas ke arah lautan luas, mengingatkan kita pada kekuasaan Allah yang tanpa batas, subhanallah. Cukup mudah untuk mencapai lokasi Pantai lamaru karena pantai tersebut tidak jauh dari jalan raya Lamaru.

Mari mensyukuri dan menikmati keindahan dan kekayaan alam Indonesia dengan cara menghargai dan menjaganya dari kerusakan dan polusi :)


Salam redaksi **eo

Kamis, 29 September 2011

Bangkirai Canopy Bridge

Wisata Alam Bukit Bangkirai, adalah salah satu  wisata unggulan kawasan Kalimantan Timur. Wisata alam yang berlokasi di Kecamatan Samboja ini menjanjikan pemandangan alam berupa hutan tropis  alami yang banyak ditumbuhi pohon Bangkirai yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun, dengan tinggi antara 40 sampai 50 meter dan ada yang berdiameter 2,3 m. Hal menarik lain lagi, di antara lebatnya pepohonan hutan terdapat  jembatan tajuk atau canopy bridge berupa jembatan gantung yang menghubungkan lima pohon Bangkirai besar.


Jembatan tajuknya bergantung di ketinggian 30 meter dari atas permukaan tanah. Untuk mencapainya kita perlu meniti 120 anak tangga yang melingkari pohon Bangkirai. Panjang jembatan itu sendiri mencapai 64 meter.

Pecinta Alam Indonesia, mari menikmati indahnya alam Indonesia dan mari menjaga kelestariannya.

Salam Redaksi. (*eo)

Rabu, 28 September 2011

Lai


Serupa  tapi tak sama. Itu ungkapan yang pas untuk menggambarkan buah lai atau lei dengan buah durian. Bentuk dan kulitnya sama, hanya saja buah durian berbau harum menyengat, sedangkan buah lai tidak berbau sama sekali. Buah lai adalah buah khas Kalimantan, rasa daging buahnya manis dan konon tidak menimbulkan efek samping apapun meskipun kita memakannya dalam jumlah banyak :)
Dharma Wanita Persatuan kanwil DJBC Kalbagtim mengajak para pecinta buah asli Indonesia untuk mencicipi buah unik dan khas dari Kalimantan ini. Selamat menikmati.

Salam Redaksi. (*eo)

Baruang Madu Balikpapan

Beruang Madu adalah salah satu hewan langka yang dilindungi di Indonesia bahkan di dunia. Di Kalimantan Timur, tepatnya di Km. 23 Jalan Raya Balikpapan-Samarinda, terdapat Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), yang merupakan kawasan Konservasi Beruang Madu. Kawasan ini seluas 1,3 Ha dan didisain sedemikian rupa menyerupai habitat Beruang Madu yang sesungguhnya.

Saat ini KWPLH merawat lima beruang madu hasil tangkapan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kondisi para Beruang Madu saat ini dalam keadaan sehat dan terawat meskipun ada yang saat ditemukan sudah dalam keadaan pincang, taring dicabut atau cacat lainnya.

Bagi pecinta alam dan pecinta binatang yang ingin melihat dari dekat kawasan ini dapat mengunjungi KWPLH ini yang dibuka setiap hari, namun agar dapat melihat mereka saat di lepas di "hutan", silakan berkunjung antara pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WITA.

Pengunjung dapat mengamati keadaan lingkungan hutan dan perilaku Beruang Madu melalui jembatan intai yang dibangun hampir mengelilingi kawasan. Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim mengajak segenap masyarakat untuk mendukung konservasi ini. Selamat berkunjung dan berdonasi demi kelestarian alam. :)

Salam Redaksi (*eo)

Penangkaran Buaya,Teritip-Balikpapan

Di Balikpapan,  tepatnya di Kelurahan Teritip, kurang lebih berjarak 27 km dari pusat kota, dapat dijumpai lokasi penangkaran buaya. Penangkaran yang didirikan oleh CV. Surya Raya pada tahun 1990-an ini bertujuan untuk melestarikan satwa buaya agar terhindar dari kepunahan, yang kemudian dibuka untuk umum sebagai obyek wisata pada tahun 1997.
Anda yang tertarik dapat berkunjung ke lokasi penangkaran yang dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WITA. Selain dapat melihat dari dekat koleksi buaya dari berbagai umur dan jenis, tersedia juga kuliner berupa sate buaya :)

Buaya Teritip

Dharma Wanita Persatuan Kanwil DJBC Kalbagtim mendukung segala upaya pelestarian flora dan fauna serta alam Indonesia, karena kekayaan yang tak ternilai ini memang perlu dijaga dan dilindungi sehingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita dalam keadaan baik.


Salam Redaksi. (*eo)

Hymne dan Mars Dharma Wanita Persatuan

HYMNE DHARMA WANITA PERSATUAN

Taqwa pada Tuhan yang Esa
Dharma Wanita Persatuan
Kami berkarya mandiri
Untuk mencapai tujuan

Kemitraan mewujudkan
Masyarakat adil makmur
Kami mendambakan kesejahteraan
Meningkatkan sumber daya anggotanya

Bina jiwa raga
Budi pekerti nan luhur
Tegarkan tekadnya
Dharma Wanita Persatuan





MARS DHARMA WANITA PERSATUAN

Dharma Wanita Persatuan
Bersatu padu ikut berjuang
Mewujudkan masyarakat adil
Dan makmur sentosa secara merata

Reff:
Melaksanakan karya dengan mandiri
Membina istri pegawai negeri
Tingkatkanlah mutu pendidikan
Dan ekonomi sosial dan budaya
Tercapailan harapan kita
sejahteralah anggota dan keluarganya

Ikut serta mempersembahkan
Dharma baktinya kepada bangsa
Tingkatkan sumber daya insani
Lindungi dan hormati hak azasinya
(kembali ke reff)


Selamat bernyanyi!

Salam Redaksi (*eo)

Logo Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Sebagai istri pendamping suami, anggota DWP dituntut untuk selalu mendukung kegiatan suami dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sehingga tugas dan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan amanah dan mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan memahami arti logo Bea dan Cukai, tempat suami mengabdikan darma baktinya, diharapkan anggota DWP lebih dapat meresapi tugas yang diemban para suami sehingga pada dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya dalam kedudukannya sebagai pendamping suami.

LUKISAN
Segi lima dengan gambar laut, gunung dan angkasa di dalamnya.
Tongkat dengan ulir berjumlah 8 di bagian bawahnya.
Sayap yang terdiri dari 30 sayap kecil dan 10 sayap besar.
Malai padi berjumlah 24 membentuk lingkaran.

MAKNA
Segi lima melambangkan negara RI yang berdasarkan Pancasila.
Laut, gunung dan angkasa melambangkan Daerah  Pabean Indonesia yang merupakan wilayah berlakunya Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai.
Tongkat melambangkan hubungan perdagangan internasional RI dengan manca negara dari/ke 8 penjuru angin.
Sayap melambangkan Hari Keuangan RI 30 Oktober dan melambangkan Bea dan Cukai sebagai unsur pelaksana pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.
Lingkaran malai padi melambangkan tujuan pelaksanaan tugas Bea dan Cukai adalah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

WARNA
Disesuaikan dengan warda dasar dan penggunaannya.

Dasar hukum: Keputusan Menteri Keuanagan RI Nomor: 52/KMK.05/1996 tanggal 29 Januari 1996.

Semoga bermanfaat !


Salam Redaksi (*eo)

Logo Dharma Wanita Persatuan


Para Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan perlu mengerti dan memahami arti logo Dharma Wanita Persatuan, karena simbol-simbol yang tertuang dalam logo tersebut mempunyai makna mendalam berupa pesan-pesan, visi dan misi Dharma Wanita Persatuan.

Mari kita mempelajari makna yang tersirat di dalamnya:

1. Bunga melati putih berkelopak lima dengan latar belakang Merah Putih, mengandung arti bahwa kedudukan wanita  sebagai salah satu aset bangsa dalam pengabdiannya kepada bangsa, tanah air dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Warna putih, melambangkan kesucian dan  keluhuran budi pekerti serta persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesamanya.

3. Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan terhadap bangsa, tanah air dan negara serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.

4. Warna kuning melambangkan cita-cita luhur, sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.

5. Gambar padi terdiri dari 15 butir dan 6 kapas melambangkan cita-cita dan tujuan organisasi DWP, yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berazaskan Paancasila dan UUD 1945, bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota DWP pada khususnya.

6. Gambar padi juga sebagai simbol  kegiatan bidang ekonomi, sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial.

7.  Gambar 15 mata rantai melambangkan persatuan dan persaudaraan yang erat diantara anggota DWP, untuk secara bersama-sama bahu membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

8.  Gambar buku melambangkan kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.

Salam Redaksi (*eo)

Pertemuan Pertama

Kegiatan pertama atau pertemuan pertama antara pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim dengan Ibu Ketua yang baru, Ibu Erna Oentarto, dilaksanakan pada hari Jum'at, tanggal 12 Agustus 2011, bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalbagtim, Balikpapan.

Pada pertemuan pertama tersebut, Ibu Erna Oentarto memanfaatkan untuk ber-ta'aruf atau berkenalan dengan ibu-ibu pengurus dan anggota DWP Kanwil DJBC Kalbagtim. Kemudian dalam sambutan dan pengarahannya, Ibu Erna Oentarto menyampaikan agar pengurus dan anggota terus semangat dalam berorganisasi karena kegiatan tersebut dapat menjadi ajang silaturahim, menambah teman, menambah saudara dan menambah wawasan, dengan -tentu saja- tidak mengabaikan tugas sebagai ibu rumah tangga dan istri pendamping suami.

Berhubung pertemuan ini dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan, maka setelah sambutan Ketua, acara dilanjutkan dengan tauziyah tentang hikmah puasa yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Salam dan diikuti dengan pembagian santunan kepada 30 anak yatim dan piatu berupa uang, sembako dan alat sekolah. Santunan berasal dari infaq dan shodaqoh dari Bapak Kepala Kanwil dan pejabat serta pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalbagtim serta infaq dan shodaqoh dari Ibu Ketua, para pengurus dan anggota DWP Kanwil  DJBC Kalbagtim.. Semoga infaq dan shodaqoh yang dikeluarkan dapat menyucikan harta dan mendapat ridho Allah SWT. Amin.

Kepala Kanwil, Bapak Oentarto Wibowo, didampingi ibu berkenan
berfoto bersama dengan pengurus DWP dan anak yatim yang memperoleh santunan.

Salam Redaksi (*eo)

Kepengurusan Baru

Mengikuti pergantian kepemimpinan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, yang pada periode sebelumnya dijabat oleh Bapak Ashar dan kemudian digantikan oleh Bapak Oentarto Wibowo mulai bulan Juni 2011,  maka secara otomatis kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (DWP Kanwil DJBC Kalbagtim)-pun mengalami perubahan. Serah terima kepengurusan DWP Kanwil DJBC Kalbagtim dari Ny. Susi Ashar kepada Ny. Erna Oentarto dilaksaksanakan secara simbolis beberapa saat setelah pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim.

Ny. Erna Oentarto

Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC Kalbagtim mengucapkan selamat menunaikan tugas di tempat baru bagi Ibu Susi Ashar, semoga di tempat yang baru Ibu memperoleh pengalaman baru dan semoga tidak melupakan kenangan selama bertugas di Kalbagtim. Redaksi Blog DWP Kanwil DJBC mengucapkan selamat datang di Kalimantan Bagian Timur bagi Ibu Erna Oentarto. Semoga kedatangan Ibu memberikan nuansa baru dalam berkegiatan bagi DWP Kanwil DJBC Kalbagtim. Amin.

Salam Redaksi (*eo)